Menghidupkan Tradisi di Tanah Rantau Ala Mahasiswa Pekalongan IPB

February 25, 2012
ketika harus menuntut ilmu di tanah rantau, meniggalkan kampung halaman, terkadang ada perasaan was was. Budaya kota besar mudah sekali masuk, bercampur, dan lalu menghilangkan budaya yang sudah di kenal sejak lahir. Misalnya, tak jarang mahasiswa yang terbiasa menggunakan beberapa kata dalam pergaulan di tanah rantau, terbawa saat dia balik ke kampungnya. Budaya asli, lupa.

Mempunyai ikatan mahasiswa di kampus yang kita masuki, adalah hal yang sangat sangat "sesuatu". saat datang pertama, tak perlu celingak celinguk, langsung punya banyak saudara. saat susah ini, susah itu, teman se daerah biasanya lebih dekat.

Megono, mendoan, nasi liwet
Menyantap Megono

Saya beruntung punya IMAPEKA (ikatan mahasiswa Pekalongan) di IPB. ada beberapa tradisi yang mana sangat berbau Pekalongan. Salah satunya adalah "megonoan". Yang sudah ke Pekalongan pasti tahu "megono" makanan khas Pekalongan dari nangka muda, yang menurut acara "Menu avenue" di metro TV ini adalah makanan Vegetarian pengganti daging. Rasanya segurih daging, tapi..all abaout vegetable.

Biasanya, kami mahasiswa Pekalongan masak megono bareng, bersama nasi liwet, tempe mendoan, sambel, dll. lalu kami santap bareng-bareng. Disitulah seninnya..muncullah guyonan-guyonan khas pekalongan dengan logatnya yang khas pula. jarang-jarang kan...
sedikit melepas penat bersama saudara sekampung di tanah rantau, mencicipi kuliner khas kampung halaman, dan celotehan khas.
Ini cara kami melestarikan Tradisi, tak perlu mahal nyewa gedung, ngadain acara mewah. cukup masak dan amkan bersama.
semoga meng-inspirasi  
Post Comment
Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature