Mengapa olahragawan beresiko serangan jantung juga? (Muamba Tragedy)

March 18, 2012
Bagi yang semalam nonton bola, atau menyimak situs jejaring sosial Twitter pasti tahu tragedi Fabrice Muamba yang tiba-tiba colapsed di lapangan hijau gara-gara penyakit jantung. Muamba kolaps di lapangan ketika Bolton melakoni laga semi-final Piala FA menghadapi Tottenham Hotspur. Selama sepuluh menit, staf medis berupaya keras mengembalikan pernapasan Muamba sebelum akhirnya melarikan pemain 23 tahun ke rumah sakit.

Pertandingan sendiri akhirnya ditangguhkan setelah berjalan 41 menit.
Sebelumnya, salah seorang perwakilan rumah sakit sempat menyatakan bahwa kondisi Muamba sudah stabil. Namun, pernyataan terbaru dari pihak Bolton justru mengindikasikan sebaliknya. 

Jika flasback, kita tentu masih ingat cerita Al. Aji Masaid yang colapsed juga setelah main futsal. kalau lihat mereka berdua, suka olahraga. badan tegap, sehat seperti itu. 

Dari hasil penelitan 'American Journal of Caridology , tubuh yang besar pada pemain footbaal Amerika mempengaruhi kesehatan tubuh dalam jangka panjang," kata Dr. Sherry L.Baron, pemimpin penelitian dari 'National Institute for Occuptional Safety and Health' di Cincinnati, Ohio, Amerika seperti dilansir Medicmagic.

Para peneliti membeberkan, masa otot atlet profesional, membuat Body Mass Index (BMI) atau indeks massa tubuh lebih tinggi dari rata-rata orang biasa. "Penelitian ini dapat menjelaskan, jika tubuh Anda besar dan berotot di usia muda, maka dapat memberikan efek buruk jangka panjang pada kesehatan," ucap Dr. Baron. Dr. Baron juga mencatat masalah yang akan dihadapi bagi para atlet berbadan besar yang sudah tidak aktif dalam permainan, mereka akan sangat sulit untuk menahan kebiasaan makan mereka sebelum melakukan aktivitas fisik. Studi lain menemukan, setelah pensiun, pemain football Amerika cenderung memiliki faktor terkena risiko penyakit jantung, seperti tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tidak sehat, dan obesitas. Penelitian juga menunjukkan pemain dengan indeks massa tubuh 30 atau lebih tinggi selama karir mereka, dapat dikategorikan sebagai pemain berlemak, yang memiliki kemungkinan meninggal akibat masalah jantung dua kali lipat dari rekan-rekannya yang memiliki berat badan lebih ringan. Hasil penelitian Dr. Baron diamini ahli jantung dari Mt. Sinai Medical Center Hospitasl di New York, Dr. Martin Goldman. Dr. Martin yang telah mempelajari risiko jantung pada pemain NFL setuju dengan penelitian yang dilakukan oleh Baron mengenai ukuran tubuh yang menjadi sumber masalah.


"Saya berpikir ukuran tubuh adalah yang terpenting disini. Pemain dengan ukuran tubuh besar harus mencoba untuk menurunkan berat badan dan ukuran tubuh mereka setelah mereka tidak lagi terlibat dalam permainan. Hal ini berati mengubah kebiasaan makan, meskipun mereka tidak lagi berolahraga banyak," ucap Goldman. 
Post Comment
Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature