Sharing With CEO General Electric Indonesia

March 21, 2012
Hari ini sejak jam 10 pagi, agenda nya bukan meeting tapi sharing dengan all level management (Board of Director, General manager, and manager). Siang itu kami membahas mengenai Leadership, dan tamu yang diundang sebagai pembicara adalah CEO General electric Indonesia yang kebetulan 1 almamater di Fakultas Teknologi Pertanian (FATETA) IPB. 

Menggunakan kursi roda, siapa sangka Handry Santriago mampu mencapai posisi puncak dalam sebuah perusahaan besar yang tidak semua orang mudah mendapatkannya. Saat usia 17 Tahun beliau divonis kanker getah bening, dan pada saat itu (1987) teknologi belum semaju sekarang, sehingga beliau terpaksa menggunakan kursi roda. Awalnya beliau sangat terpukul, bagaimana tidak..seorang remaja yang aktif naik gunung, teater, tiba tiba harus mengalami nasib seperti ini. menyalahkan nasib, Tuhan,,,tapi, dorongan keluarga terutama ayahnya lah yang membuatnya semangat sekolah lagi, kuliah, bahkan sampai mendapat gelar doktor. Lelah psikis, lelah fisik, pastilah beliau rasakan selama 25 tahun ini. Tetapi beliau tak pernah sekalipun dalam mimpinya menggunakan kursi roda. Itulah semangat beliau yang harus kita contoh. 

Pria kelahiran Pekanbaru 13 Juni 1969 ini, sungguh luar biasa. Bayangkan saja, ia lulus memuaskan dari Institut Pertanian Bogor jurusan bioindustrial di tahun 1994. 



Selanjutnya ia mendapatkan gelar Master dari Institut Pengembangan Manajemen Indonesia (IPMI) Business School serta gelar MBA dari Universitas Monash. Handry juga mendapatkan gelar PhD di bidang manajemen strategis dari Universitas Indonesia dengan disertai kajian followership. Ia merupakan peraih gelar doktor ke - 117 di UI dalam bidang manajemen strategis.


Sementara perjalanan kariernya dimulai ketika bekerja di sebuah perusahaan konstruksi sebagai direktur pengembangan bisnis. Kemudian Handry bergabung dengan GE pada tahun 1997 dan menjabat sebagai manajer Business Development di GE International. Di tahun 1998, ia pindah ke GE Lighting Indonesia dan bertugas sebagai General Manager Industrial Lighting and System.


Di pertengahan tahun 2001, ia mengambil kesempatan untuk menjabat sebagai Regional Black Belt di GE Power System Asia Pasific, serta sebagai Quality ACFC Leader untuk GE Power Systems Asia pada tahun 2004. Sejak tahun 2005 sampai dengan tahun 2010, ia memimpin bisnis Power Generation untuk GE Energy di Indonesia, Vietnam, Kamboja dan Filipina. Kemudian pada bulan Juli 2011, Handry dipromosikan sebagai CEO GE Indonesia.


Selain itu, ia juga memiliki minat yang tinggi di bidang pendidikan bagi masyarakat Indonesia dan juga untuk kegiatan relawan. Handry tercatat sebagai anggota Dewan Penasehat IPMI Business School dan ketua GE Volunteer-Chapter Indonesia. Handry juga menjabat sebagai Gubernur di America Chamber of Commerce (Amcham) Indonesia dan menjadi anggota Komite Indonesia di US-Asean Business Council.
Pencapaian tersebut, tentu bukan hal yang mudah diperoleh. Namun melalui berbagai macam halangan, rintangan dan tantangan. Ia pun sebenarnya pernah merasa sangat putus asa dan terpukul atas kondisinya itu.  

Beliau adalah CEO pertama GE yang asli orang Indonesia. Pernah suatu ketika ada seorang wartawan yang menanyakan kepada beliau..mengapa baru sekarang CEO GE dipegang orang pribumi?. Jawaban beliau adalah "saya akan menelpon Anda, karena saya tidak dapat menjawabnya sekarang".
Kemudian beliau diskusi dengan banyak pihak termasuk akademisi. dan kesimpulannya adalah:

1. Orang Indonesia tidak terbiasa berkata "TIDAK". pada kenyataanya memang, kita terbiasa mengikuti atasan maunya seperti apa. takut berkata "saya tidak setuju karena.... (tentu dengan alasan yang kuat dan rasional).

2. Orang Indonesia tidak terbiasa berkata "MENGAPA" dan "MENGAPA TIDAK". ya benar,,sejak kecil bahkan di sekolah, buadayanya ya menerima. sering kali orang tua atau guru mengatakan" sudah deh jangan banyak tanya, sudah dari sananya begitu"..

3. Orang Indonesia takut dengan "Ide gila". Kritis, kreatif, dapat membawa kepada kesuksesan. seringnya sih, jika agak menyimpang dari kebiasaan langsung dicemooh dan langsung patah arang. 

berkomunikasilah secara tepat dan singkat, janagn berbelit belit. Itu saran beliau. 

Saat Diskusi
Published with Blogger-droid v2.0.4
Post Comment
Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature