MenSetan-kan diri bersama Lady Gaga?

May 15, 2012
perkembangan mutakhir industri
musik dan perfilman dunia, yang
sudah menjadi alat utama
penyebaran doktrin dan ritual-ritual
penyembahan setan.
Sebagian masyarakat mungkin ada
yang memandang dari sisi positifnya
saja, atau sebagian artis Muslim ada
yang melihat dari sisi konsep
konsernya yang baru dan hebat,
atau sudut pandang lainnya. Kepada
mereka, saya ingatkan karena
berpikir positiflah. Adam
digelincirkan oleh iblis dan akhirnya
menyesal seumur hidup, jangan
terlalu mengandalkan akal pikiran,
bersandarlah pada perintah dan
larangan Allah.
Begitu pula, dengan konsep
konsernya yang baru dan hebat,
percayalah iblis punya konsep yang
selalu up to date dalam urusan
dunia yang melalaikan manusia dari
mengingat Allah. Lady Gaga, dalam
lirik lagu dan aksinya, menyebarkan
model dan perilaku yang
menunjukkan kekosongan pikiran,
kacau, hampa, dan bebas dari
segala nilai, aturan, dan agama.
Ia juga adalah penyembah setan
(Anda bisa melihat di youtube ketika
dia bersumpah atas nama Lucifer,
setan dalam ajaran Kristen). Dan,
seperti dilansir Dailymail, salah satu
pekerja di hotel Intercontinental,
London, Inggris, pernah melaporkan
bahwa penyanyi kontroversial
tersebut telah meninggalkan cairan
mirip darah dalam jumlah besar di
bak mandi hotel.
Oleh karena itu, pihak hotel pun
curiga bahwa penyanyi berusia 25
tahun itu telah melakukan ritual
pemujaan pada setan dengan
media darah tersebut. Gaga adalah
boneka yang digunakan Illuminati
untuk me mengaruhi dan merusak
moral masyarakat dunia. Hal itu
dapat dengan jelas kita lihat dalam
video klip lagu-lagunya yang
memperlihatkan simbol-simbol
Illuminati.
Misalnya, mata satu ( All-Seeing Eye)
dan Baphomet, dewanya kaum
penyembah setan masyarakat Barat.
Di Cina, puluhan lagu Lady Gaga
dilarang beredar karena liriknya
vulgar dan seronok. Oleh karena itu,
haram hukumnya menonton konser
dia.
Bagi yang telanjur membeli tiket lalu
membatalkannya, berarti ia orang
baik yang diselamatkan oleh Allah
SWT dan Allah pasti akan mengganti
kerugiannya dengan ganti lebih baik.
Yusuf al-Qaradhawi, salah satu
ulama yang memboleh kan musik
dalam bukunya al-Halal wa al-
haram fi al-Islam, menjelaskan ada
ketentuan dibolehkannya suatu
musik.
Di antaranya, judul dan isi lagu tidak
menyalahi adab dan hukum Islam,
mungkin saja isi lagu itu tidak
bertentangan dengan Islam, tapi
cara dan aksi menyanyikannya bisa
menjadikan lagu itu haram. Islam
juga melarang dan memerangi hal
berlebih-lebihan dan melampaui
batas, bahkan dalam ibadah
sekalipun, apalagi hal berlebih-
lebihan dalam kesenangan dan
berfoya-foya.
Ulama kita juga sepakat bahwa
nyanyian dan lagu itu akan menjadi
haram jika diikuti dengan perbuatan
dan perilaku haram lainnya, seperti
dilakukan sambil meminum
minuman keras atau dipenuhi
dengan aksi dan pakaian yang
mengumbar aurat dan kemaksiatan.
Wallahu a’lam bish shawab
Dikutip dari Koran Republika rubrik
tanya jawab dengan Ustaz Bachtiar
Nasir edisi Rabu, 25 April 2012

posted from Bloggeroid

Post Comment
Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature