Berkah dalam musibah

July 23, 2012

Alkisah tentang seorang raja perkasa yang hobi berburu. Selagi berburu, kudanya meringkik sembari mengangkat kaki ke atas. Raja kaget, lalu terpelanting, kelingkingnya pun putus. Raja sangat marah. ”Sudahlah Paduka. Kalau kena musibah, mbok bersyukur saja,” ujar seorang penasihatnya.
Raja bukannya luluh malah tambah murka. Dengan lantang berteriak : ‘Penjarakan penasihat bodoh ini!’ Para pengawal yang selalu ABS (Asal Bos Senang), terlalu tabu untuk membantah, dengan sigap melaksanakan perintah sang raja. Sang penasihat pun dijebloskan ke bui.
Lima tahun kemudian, kala berburu, raja ini ditangkap suku primitif. Pria gagah berkulit putih mulus ini akan dipersembahkan pada dewa. Hanya saja, setelah diteliti, lho… Kelingkingnya terpotong, ia cacat... Terpaksa dilewatkan. Sebagai pengganti, pengawalnya yang tidak cacat dijadikan korban. Pengawal itu dieksekusi dan rajanya dipulangkan.
Setelah itu raja menyadari kekhilafannya, penasihat yang dulu dibui itu pun dilepaskan. ”Ananda memang harus bersyukur tidak memiliki kelingking,” kata Raja yang mengakui kesalahannya. Ternyata sang penasihat pun bersyukur, ”Kalau saja saya tidak dipenjarakan oleh Paduka, mungkin, hamba sudah menggantikan Paduka sebagai tumbal.” Jika kita diberikan musibah, sesungguhnya Tuhan sedang mempersiapkan suatu berkah bagi kita. Maka jangan buruk sangka dulu, apalagi buruk sangka kepada Tuhan.
Sumber: salamsuper.com
 
Pesan Moral:  Bersyukur tidak hanya apabila kita mendapat kegembiraan semata, musibahpun harus kita syukuri. Bagaimana pun perjalanan hidup kita, Tuhan selalu memberikan kebaikkan yang terkadang tak kita sadari.
Post Comment
Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature