Mengapa harus menghadap ka'bah ?

September 20, 2012

Ketika Nabi Adam AS muncul di Planet Bumi, pondasi Baitullah (Ka’bah) telah diletakkan oleh para malaikat. Kiblat untuk Nabi Adam AS dan keturunannya pada saat itu adalah Ka’bah yang bentuknya masih sangat sederhana. Setiap insan kala itu mengikuti ketentuan kiblat hingga datang masa Nabi Nuh AS, di mana pada waktu itu Ka’bah turut hancur diterjang banjir besar. Sekian waktu berselang, Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS membangun ulang Ka’bah atas perintah dan bimbingan langsung dari Allah SWT Kemudian Ka’bah menjadi kiblat bagi kedua Nabi tersebut dan para pengikutnya.
Setelah itu, Al-Quds (Bait Al-Maqdis/Masjid Al-AQS.a) ditetapkan sebagai kiblat untuk para Nabi dari Bani Israil. Meski demikian, manakala mengerjakan shalat di dalam Al-Quds, para Nabi biasanya menghadap sedemikian rupa sehingga Al-Quds dan Baitullah (Ka’bah) berada tepat di arah depan mereka.


Dikisahkan oleh Al-Qurthubi, shalat telah diwajibkan kepada Nabi Muhammad SAW dan orang-orang mukmin dengan arah kiblat yang sama seperti semasa leluhur beliau, Nabi Ibrahim AS.
Setelah hijrah ke Madinah (ada pula ulama yang mengatakan menjelang hijrah), Allah SWT memerintahkan agar Rasulullah SAW menghadapkan wajah ke Al-Quds. Beliau biasa melakukan dengan berdiri diantara Hajar Aswad dan Rukun Yamani, sehingga Baitullah dan Baitul Maqdis, dua-duanya, berada di depan beliau. 

Meski kita tahu dan melaksanakan perintah tersebut, sering tebersit pertanyaan, “Mengapa harus ke kiblat? Mengapa Ka’bah? Apa untungnya?” dan sederet pertanyaan lainnya. 
para ahli geologi Arab Saudi meyakini Ka’bah atau Kota Makkah sebagai poros dari semua pergerakan benua dengan kecepatan rata-rata 4-12 cm/tahun. Pada skema bilangan umur di atas, tercatat beberapa kejadian geologi penting sejak 4,56 miliar tahun silam hingga saat ini.
Ka’bah adalah rumah ibadah manusia pertama, telah ditentukan posisinya oleh Allah SWT berdekatan dengan waktu kehadiran Adam AS di Planet Bumi. Meski demikian, cikal bakal lokasinya telah dijaga oleh para malaikat-Nya sejak miliaran tahun lalu, yaitu tatkala daratan mulai muncul (600-700 juta tahun yang lalu) setelah Planet Bumi dikuasai oleh lautan tak bertepi sejak 3,8 miliar tahun yang lalu. Subhanallah!

Post Comment
Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature