Berpartisipasi RembugJogja, menemukan site wisata baru di kota jogja

October 11, 2012

Tepat setelah pelantikan gubernur, malam harinya dilakukan rembug jogja. Acara ini diselenggarakan di pendopo Jogja dengan peserta dari pemda juga dari beberapa akun jejaring social. Saya mengikutinya dengan berpartisipasi di rembug jogja melalui akun @jogjasocmed. Seluruh twit yang masuk dengan tagar #rembug jogja disaksikan bersama di pendopo tersebut.
by:esq_news.com


Tema tadi malam adalah menemukan site wisata baru di kota jogja. Kita tahu kota jogja sudah punya banyak site wisata. Tapi alangkah lebih baik jika site itu bertambah. Site sekelas malioboro begitu. Usulan saya yang diberi tanda “bintang” oleh @jogjasocmed adalah penataan alun-alun kidul.
Saat pertama mengenal alun-alun kidul di tahun 2010, saya merasakan daya tarik luar biasa dari sebuah alun-alun. Setiap ke jogja saya pasti ke alun alun terutama saat malam hari. Malioboro terlalu ramai untuk jalan-jalan santai selepas aktivitas traveling padat di siang hari. Perlu alternatif tempat santai di dalam kota yang tertib, dan nyaman. Hal inilah yang melatarbelakangi usulan saya. Saya mengusulkan agar alun-alun kidul dijadikan site wisata malam baru yang tertata, yang homey, cozy, santai, dan tertib.
Alun alun kidul menawarkan paket wisata untuk menenangkan hati, menghangatkan malam dengan ronde dan bajigur. Pukul lima sore adalah awal keramaian Alun-Alun Kidul. Tenda-tenda pedagang mulai didirikan dan bahan makanan atau minuman yang akan dijajakan pun disiapkan. Begitu gelap, anda bisa mulai menjajal makanan dan minuman yang dijajakan. Bila berjalan ke salah satu sudutnya, anda akan menemukan kedai ronde, sebuah minuman berkomposisi wedang jahe, kacang, kolang kaling dan bulatan dari tepung beras berisi gula jawa cair yang hangat. Harganya pun cukup murah, hanya sekitar Rp 2.500,00.
Tak jauh dari penjaja ronde, anda akan menemukan penjual wedang bajigur. Walau tetap menyuguhkan minuman bercitarasa jahe, namun komposisi minuman itu tetap berbeda. Kuah wedang bajigur terbuat dari santan kelapa, jahe, bubuk kopi dan sirup gula jawa. Biasanya, wedang itu diisi irisan roti tawar, kelapa yang diiris kotak dan kolang-kaling. Kehangatannya bisa menyapu dinginnya malam dan meramaikan suasana berkumpul anda.
Jika lapar, anda juga dapat menyantap berbagai hidangan. Bebakaran seperti jagung bakar, pisang bakar dan roti bakar adalah teman yang tepat jika anda memesan wedang bajigur. Jagung bakar yang dijual di sini dibakar dengan mentega dan saus sambal hingga matang namun tak gosong, sementara pisang bakarnya diberi coklat yang akan melumer jika dibakar. Keduanya benar-benar mampu memanjakan lidah. Roti bakarnya pun tersedia dalam ragam rasa sehingga mampu menggugah selera. (info by: Yogyes.com)
Kondisi alun-alun kidul jogja di malam hari saat ini hiruk pikuk terutama saat sabtu malam. Lokasi parkir di sekitar alun-alun kurang tertata rapi. Sepeda hias pun berseliweran tak tentu arah. Pedagang wedang ronde, angkringan bertebaran. Belum lagi pengamen yang tiap menit mendatangi. Adem sih, tapi kurang santai.
Sasono hinggil seakan tenggelam diantara beringin kembar. Padahal 2 ikon itu yang harus ditonjolkan dari site ini. Semoga usulan saya bisa diaplikasikan. Senang rasanya bisa berpartisipasi di rembug jogja. Bulan depan insya Allah saya berpartisipasi lagi, dengan senang hati. 
Post Comment
Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature