Makna hari batik bagi warga kota batik

October 02, 2012
Saya dilahirkan dan dibesarkan di Pekalongan. Ketika masih kecil, saya tidak tahu apa arti "kota Batik" yang tertulis dimana-mana. Setelah merantau ke Bogor dan Batik ditetapkan sebagai warisan dunia oleh Unesco, saya baru sadar bahwa Pekalongan itu batiknya spesial. Sekarang memang batik sudah menyebar di mana-mana, bahkan sampai ada batik made in China. Haahaha. Tapi, awal mulanya batik itu ya di Pekalongan. Batik disini sudah mendarah daging, menjadi mata pencaharian, menjadi pakaian sehari hari.

Yang unik dari batik di Pekalongan itu tidak hanya dikenakan di acara resmi. Batik ibarat kaos oblong saja di sini. Tidur, ke sawah, di rumah, santai, jalan-jalan, nonton bola, nyopir angkot, mbecak, pakai batik. Luar biasa kan? Suatu ketika teman saya kaget melihat saya pakai blus batik  malam-malam. "Nurul mau kemana"? tanya dia. Saya jawab "di rumah saja, hehe kenapa emang?". Dia jawab kalau cara pakaian saya terlalu rapi.

Tanggal 2 oktober ditetapkan sebagai hari batik. Saya sih menyikapinya biasa saja, tidak juga memakai batik .  hehe. Bagi saya warga Pekalongan, memakai batik itu tidak harus di hari tertentu jadi di hari ini, saya sih berdoa dan berharap semoga tulisan saya ini dibaca para pengusaha batik. Kenapa pengusaha batik? Sebagian besar warga pekalongan yang mbatik itu hanya sebagai buruh. Yang makmur ya si pengusahanya. Para pengusaha perlu memperhatikan kesejahteraan mereka, ya misalnya mumpung ada momen 2 oktober ini diberikan kesenangan secara langsung dan kkongkrit gitu. Tidak harus berwujud uang juga. Selain itu, para pengusaha harus memperhatikan juga dan melakukan tindakan untuk sungai-sungai,  dan selokan-selokan yang warnanya menghitam dari limbah pewarna batik.

Jaman dulu batik masih pakai pewarna alami, tapi sekarang batik sudah banyak pakai pewarna sintetik. Limbah cair yang dihasilkan langsung di buang ke selokan dan sungai. Waktu SMA saya pernah melakukan riset kecil-kecilan, ternyata limbah yang ada di sungai itu terbukti nyata membunuh ikan dengan cepat. Kalaupun si ikan itu hidup, lalu dimakan manusia, otomatis si manusia juga akan terkena dampaknya juga.

PEMDA dan pengusaha yang kebanyakan home industri harus bersatu, ide saya sih membangun tempat pengolahan limbah cair terpadu. Jadi, si limbah disalurkan ke bak penampungan untuk diolah sebelum dibuang ke sungai. Langkah yang lebih baik adalah menggunakan pewarna alami. Itulah makna hari batik bagi warga kota batik (saya).

Post Comment
Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature