Syarat Hewan Qurban dan Pembagian Daging Qurban

October 10, 2012
Bagi seorang muslim atau keluarga muslim yang mampu dan memiliki kemudahan, dia sangat dianjurkan untuk berqurban. Jika tidak melakukannya, menurut pendapat Abu Hanifah, ia berdosa. Dan menurut pendapat jumhur ulama dia tidak mendapatkan keutamaan pahala sunnah. Yuk..kutunggu qurbanmu.. Kalau kita sisihkan 100.000 setiap bulan, maka dalam 12 bulan bisa dapat seekor kambing untuk qurban. InsyaAllah, jika disertai ketakwaan, keutamaan qurban dapat kita raih.
Adapun hewan yang boleh digunakan untuk berqurban adalah hewan ternak (Al-An’aam), unta, sapi dan kambing, jantan atau betina. Sedangkan hewan selain itu seperti burung, ayam dll tidak boleh dijadikan hewan qurban.
Allah Swt berfirman:” Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (qurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap hewan ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka” (QS Al-Hajj 34).
Kambing untuk satu orang, Sedangkan unta dan sapi dapat digunakan untuk tujuh orang, baik dalam satu keluarga atau tidak. Hewan yang akan diqurbankan hendaknya yang paling baik, cukup umur dan tidak boleh cacat.
Rasulullah Saw. bersabda:” Empat macam hewan yang tidak sah dijadikan qurban: 1. Cacat matanya, 2. sakit, 3. pincang dan 4. kurus yang tidak berlemak lagi “ (HR Bukhari dan Muslim).
Hadits lain:” Janganlah kamu menyembelih hewan ternak untuk qurban kecuali musinnah (telah ganti gigi, kupak). Jika sukar didapati, maka boleh jadz’ah (berumur 1 tahun lebih) dari domba” (HR Muslim).
Musinnah adalah jika pada unta sudah berumur 5 tahun, sapi umur dua tahun dan kambing umur 1 tahun, domba dari 6 bulan sampai 1 tahun. Dibolehkan berqurban dengan hewan kurban yang mandul, bahkan Rasulullah saw. berqurban dengan dua domba yang mandul. Dan biasanya dagingnya lebih enak dan lebih gemuk.


Hadits Rasulullah Saw.:” Jika diantara kalian berqurban, maka makanlah sebagian qurbannya” (HR Ahmad). Bahkan dalam hal pembagian disunnahkan dibagi tiga. Sepertiga untuk dimakan dirinya dan keluarganya, sepertiga untuk tetangga dan teman, sepertiga yang lainnya untuk fakir miskin dan orang yang minta-minta. Disebutkan dalam hadits dari Ibnu Abbas menerangkan qurban Rasulullah Saw.bersabda: “Sepertiga untuk memberi makan keluarganya, sepertiga untuk para tetangga yang fakir miskin dan sepertiga untuk disedekahkan kepada yang meminta-minta” (HR Abu Musa Al-Asfahani). Tetapi orang yang berkurban karena nadzar, maka menurut madzhab Hanafi dan Syafi’i, orang tersebut tidak boleh makan daging qurban sedikitpun dan tidak boleh memanfaatkannya.

Post Comment
Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature