Belaian Perpisahan

November 05, 2012

Hari sudah cukup gelap saat kereta bangun karta merapat di stasiun pekalongan. Bergegas langkah seorang wanita yang masih mengenakan seragam kantornya keluar stasiun dan mencari-cari seseorang. Tampak ia bersalaman dan segera membonceng pria yang usianya cukup jauh dengan si wanita.
“ko kita lewat sini” kata si  wanita. Si pria menjawab “iya, biar tak kena polisi, soalnya kan ini motor tidak pakai spion”. Hanya itu kalimat yang terucap di sepanjang jalur pantura.
Saat motor mulai memasuki daerah yang cukup gelap, sepi, dan memang malam sudah cukup larut, si gadis terlihat berkali-kali menyeka matanya. Ternyata dia menangis..terus menangis sampai motor dibelokan ke sebuah gang yang jarak antar rumahnya cukup jauh.
“ya Allah kuatkan aku” bisik si wanita ketika motor mendekati sebuah rumah yang cukup terang meski rumah lainnya sudah gelap. Terlihat di halaman beberapa motor terparkir, dan di teras rumah itu beberapa orang pria sedang duduk seperti menunggu sesuatu.
Tanpa pikir panjang si wanita turun dari motor, bahkan tanpa melepas helm. Seketika tubuhnya seakan kaku, air matanya meluncur deras, dari pintu samping dia berlari ke sebuah ruang . Itulah ruang keluarga dimana dia sering berkumpul dengan keluarga kecilnya, dan sekarang berkumpul bersama keluarga besarnya.
“aku pulang mbah, aku sudah pulang, jika kau ingin pergi selamanyasekarang, aku ikhlas” kalimatnya terbata..
Belaian lembut tangan si wanita adalah belaian lembut terakhir yang diterima sang kakek. Cucu kesayanganya itu adalah si wanita. Cucu yang selalu bersama dia,,hingga saat terakhirnya.
“Belai lembut jarimu
Sejuk tatap wajahmu
Hangat peluk janjimu
Anugrah terindah yang pernah ku miliki”


Post Comment
Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature