Mengartikan kritik Versi Novel 5cm

November 27, 2012
Sore tadi disambangi seorang rekan kerja yang sangat senior dan berpengalaman. Sangat jarang kami ngobrol, tapi sore tadi entah malaikat mana yang membisikan si Bapak itu duduk ke area kerja saya dan ngobrol banyak. Tak semulus itu, diawali dari kritik pedas yang hampir saja saya tanggapi dengan “snewen action” hahha.
Banyak sekali ilmu baru tentang teknis yang membuat saya ternganga nganga. Mungkin bapaknya kasihan lihat saya yang tak tahu apa-apa tiba tiba diserahi tanggung jawab sebesar itu. Cerita pun mengalir santai diselingi tawa. Coba tadi saya marah, ngacir, atau mbantah. Pasti saya tak akan mendapatkan ilmu begini.
Seperti di Novel 5Cm yang saya baca, tepatnya di bab 6. Saat Genta dengan ide konyolnya menyelenggarakan pameran computer dengan tema jungle adventure. Ide itu ditolak dan dikritik habis habisan sama anggota EO nya. Tapi ternyata pameran itu sukses besar.

Kritikan itu pasti membekas di hati. Bukan serius atau tidak serius, kalau kita nanggepin kritikan sebagai saran kita pasti tambah yakin. Jangan pernah menganggap kritikan itu sebagai kemunduran dari usaha kita atau serangan. Kalau kamu dikritik, buat blue print di otak kamu (seperti saya tadi yang diam diam nyatet di otak). Kalau kritik itu adalah pengorbanan dari seseorang yang mungkin telah mengorbankan rasa tidak enaknya sama kita entah sebagai teman atau rekan kerja. Untuk apa? Hanya untuk membuat diri kita lebih baik. (sebenarnya saya ngutip kalimat Genta di novel 5cm).
Benar sekali kan kalimat itu dengan realita peristiwa tadi sore yang saya alami di kantor. Kalau kita yakin sama sesuatu, taruh itu di otak, habis itu kita kerja keras semampu kita. Salah satu hal yang bikin yakin, terkadang berwujud kritik. 
Saya memang sama sekali Gag mapan buat tanggung jawab itu, tapi akan saya lakukan sebisa mungkin :) 
Post Comment
Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature