Kalimat Istimewa dari Sang Pecinta Alam

November 05, 2012
“indah, sebenarnya aku ingin kasih buku ini sudah lama ke kamu” kata seorang pria yang bernama adit di bawah pohon beringin depan fakultas kehutanan.
“apaan sih, perasaan kamu tidak meminjam buku apapun ke saya” ucap indah membalas tanpa memandang wajah Adit yang memerah.
“ambillah, dan kamu akan tahu,,,”adit menaruh buku itu di keranjang sepeda Indah dan langsung pergi.
Indah segera menuju koridor kampus untuk rapat pecinta alam yang seminggu lagi akan mendaki gunung Bromo. Sahabat karibnya Adit justru tak segera muncul padahal dia kordinator lapang acara tersebut. Tiba-tiba sang ketua, Fadil berdehem dari belakang dengan wajah menunduk.
“teman-teman,,saya harap kalian tenang, ini berita kurang baik, sekarang kita doa bersama dulu, lalu langsung ke rumah sakit”
Semua yang ada di koridor langsung tercengang dan suasana mendadak ramai
“teman kita, Adit tadi kepeleset di tangga menuju koridor ini, dan langsung tak sadar, sekarang sudah di bawa Ambulance”
Indah yang mengetahui sahabatnya celaka langsung menangis, dan membuka bungkusan plastic hitam buku yang barusan diberikan Adit. Betapa tercengangnya dia saat mebaca judul buku itu dan melihat ada fotonya di cover.
“Is more than words, Indah”

Buku itu adalah perjalanan cinta Adit ke Indah yang ditulisnya bagai diary lalu diterbitkan di nulisbuku. “Memang ini kumppulan kata, tapi ini caraku mengungkapkan perasaaku padamu” kalimat adit di halaman pertama buku 300 halaman itu.


Post Comment
Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature