Review Raksasa Dari Jogja; Novel Tanpa Tokoh

November 18, 2012
saya sedang baca sebuah Novel yang merupakan karangan pertama dari penulisnya. biasanya saya selalu asik baca novel, seberat apapun ceritanya (macam ronggeng dukuh paruk atau siti nurbaya). Di setiap novel pasti ada tokoh-tokohnya dong ya, termasuk di novel ini. Tapi sampai setengah buku saya baca,,kok karakter si tokoh ini tidak muncul. Meskipun tidak dijelaskan secara tersurat karakter si tokoh saya bisa bayangin dia seperti apa (biasanya). Jujur saja, hampa banget baca novel kalau tokohnya tak tergambar seperti siapa. 
nah, di novel yang saya baca ini awalnya muncul gambaran bahwa Bianca tokoh utamanya sebagai anak SMA yang suka sastra. sejenak muncul penggambaran yang pas dan menarik. gadis berambut panjang, berkacamata, gaul, cuek, macam Cinta di AADC. Ketika alur cerita mulai memasuku alur utamanya, penokohan itu serasa hilang. cewe yang tadinya saya kira tegar jadi cewe manja dan lemah.  Malahan muncul wajah teman SMA saya yang saya sendiri tak begitu akrab (ah makin g asik aja). Selanjutnya ketika ada penokohan karakter cowo tokoh utamanya sama saja (g kebayang siapapun hambar banget deh). 
Penggambaran tokoh memang tak perlu tersurat, tapi kekuatan karakter si tokoh dari awal hingga akhir cerita harus dijaga. 
Di salah satu situs review book malah ada review yang menurut saya, cocok banget. berikut saya kutip:
Datar, konflik yang begitu berat sama sekali tak menarik di bahas, juga sub-konflik antara Bianca-Joshua-Letisha yang tiba-tiba memuncak dan tiba-tiba meredup tanpa kejelasan. Gue bingung kenapa tiba-tiba Bian seenaknya memanggil temannya jalang seolah posisinya paling benar? Padahal di halaman sebelumnya tak ada pertengkaran hebat hingga dia harus semarah itu pada letisha selain fakta Letisha merebut joshua tanpa dia TAHU kalau Bian suka. Gue jadi bertanya sedekat apa hubungan mereka?
Gue juga bingung sama karakter raksasa alias gabriel yang awalnya dibuat misterius dan seolah mahasiswa buangan. Tapi setelah cerita bergulir tak dijelaskan kenapa dia dianggap aneh? Masa aneh badan tinggi doang? Agak nggak logis
Kevin ini karakternya juga lebay. Peluk sana peluk sini, seolah Bian pacarnya, gue nggak tahu kenapa dwita bisa menciptakan nuansa murahan tak wajar ini. Coba injak bumi, mana ada sih lo dipeluk seenaknya sama abang lo sampe tidur bareng. Gue harus bilang wow kayaknya.. WOW!

Kalau penasaran dengan sinopsisnya, nih saya kasih:

“Cinta tak pernah sederhana bagi seseorang yang telah disakiti, dilukai, dan dikhianati berkali-kali.”

Ini adalah kisah yang selalu disembunyikan banyak orang. Rasanya menyakitkan saat kauharus tetap beranggapan bahwa keluargamu baik-baik saja, namun yang sebenarnya terjadi adalah pertengkaran, yang menimbulkan bantingan piring dan barang pecah belah lainnya. Bebunyian itu begitu sering terdengar oleh telinga Bianca, wanita yang mencoba bertahan meskipun terluka perlahan. Ia masih bertahan, bahkan ketika wajah ibunya lebam oleh pukulan ayahnya. Bianca masih bertahan, bahkan saat pelipis ibunya mengeluarkan darah segar karena tinju dari ayahnya.

Bianca menyembunyikan perasaannya, selalu berusaha terlihat baik-baik saja dalam kesakitannya. Hal itu juga yang ia lakukan, saat sahabat terbaiknya, Letisha; menjalin hubungan kasih bersama Joshua. Ya, Joshua, pria yang beberapa tahun terakhir terselip dalam rapalan doa Bianca. Joshua, cinta pertamanya yang ia biarkan kandas di tengah jalan, karena sahabatnya sendiri.

Pengkhianatan terjadi berkali-kali. Dia tersakiti oleh perlakuan ayahnya terhadap ibunya, ia juga tersakiti oleh perlakuan sahabatnya sendiri. Pernikahan katanya terjadi karena cinta, persahabatan terjadi juga karena kasih dan cinta. Tapi, pernikahan yang harusnya sakral, persahabatan yang harusnya kekal; malah menjadi sebab Bianca benar-benar terluka. Cinta. Cinta. CINTA! Dalam pengkhianatan berkali-kali, pantaskah ia terus memercayai cinta?

Ia mencoba meraba-raba hatinya sendiri, merangkak perlahan— berjalan dari kejatuhannya selama ini. Bianca memutuskan kuliah di Jogjakarta. Daerah istimewa yang terkenal menyimpan kenangan manis bagi banyak orang. Tempat yang selalu membawa seseorang kembali, selalu kembali, tak lupa untuk kembali. Di sana, ia bertemu dengan Gabriel. Seorang pria berpostur tinggi besar, yang mengindap penyakit gigantisme.

Bianca tak percaya cinta, sungguh ia tak lagi punya alasan untuk percaya cinta. Tapi, Gabriel membuka mata Bianca dengan cara berbeda. Bianca terdiam, haruskah ia menerima kehadiran Gabriel sebagai “malaikat” pembawa kabar baik dalam hidupnya? Apakah Gabriel adalah “malaikat” yang ditakdirkan Tuhan untuk menarik Bianca dari goa kegelapan menuju cahaya matahari?

Komentar akhir, saya tidak merekomendasikan buku ini deh. Kalau yang terbiasa baca novel remaja yang ringan sih mungkin pas. Tapi, saya terbiasa baca novel berat,,,hehe jadi ngambang baca yang ini. Buat Dwita yang sudah nulis, makasih ya sudah nulis tentang Jogja. Ini alasan saya beli novel ini. Jempol buat covernya yang elegan. 

6 comments on "Review Raksasa Dari Jogja; Novel Tanpa Tokoh"
  1. ihiiirrr, , , prikitiieeewwww :)

    ReplyDelete
  2. cukup inovatif buat masukannya, hmm,, tpi bagaimana juga untuk dwita jga udah cukup kreatif lo, so kedepan moga novelnya lebih baik lagi ,,,, sukses dwita :)

    ReplyDelete
  3. cukup inovatif buat masukannya, hmm,, tpi bagaimana juga untuk dwita jga udah cukup kreatif lo, so kedepan moga novelnya lebih baik lagi ,,,, sukses dwita :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. yup bener bangte, buat jadi seorang seperti Dee atau novelis senior lain memang harus lewat tahap seperti Dwita. Pemasarannya jago, novel pertama tapi ada dimana-mana

      Delete
  4. kalau menurut saya novel ini kurang gereget, gak ada rasa yang bikin hati gemeter sedikit aja

    ReplyDelete
  5. aku gak ngerti dalemnya novel itu kaya apa
    tapi aku bakal nyoba beli dan baca, soalnya sebagai penikmat cerita enteng. aku sangat mengapreasi seseorang yang telah menciptakan karyanya. daripada sesorang yang berada di kolom komentar.

    "sebagus-bagusnya komentar, tetep aja itu di dalam kolom komentar"

    tapi cocok lah.. buat temen baca di cafe. soalnya covernya lucu. hehehe

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature