sepenggal cerita bersama Ibu Ir. Sri Endah Agustina, Ms

November 03, 2012
Welcome November dan hujan pagi harinya, dan hawa sejuknya, dan mendungnya. Sabtu pagi di depan laptop dan hanya membuat Title serta melupakan isi posting. Haha
Sejujurnya saya ingin menulis profil dosen pembimbing saya, Ir Sri Endah Agustina, Ms. Kenapa? Semalam saya lihat foto beliau bersama adik tingkat saya ninggar . Bu Endah sapaan karab kami adalah dosen yang hebat di IPB. Beliau concern di renewable energy, konversi energy, terutama yang berhubungan dengan pertanian. Ir Sri Endah Agustina Ms. Juga merupakan pakar di METI (masyarakat energy terbarukan Indonesia).
pojok kiri atas. image by Ninggar on TriU 2012

Mengenal beliau pertama kali waktu ada suatu pertemuan yang diadakan himpunan profesi teknik pertanian (HIMATETA) sekitar tahun 2007. Saat itu saya masih di Tingkat Persiapan Bersama dan belum resmi jadi mahasiswa teknik mesin dan biosistem IPB. Saya masih ingat saat itu BU Endah yang menjadi pembicara memakai kaos orange, ada juga kak Fikri Al Haq, serta kak Cininta Pertiwi.
Beberapa bulan kemudian, setelah resmi menjadi mahasiswa teknik mesin dan biosistem ternyata mendapat dosen wali beliau (bukan dosen pembimbing). Pertemuan pertama adalah di ruang kerja beliau, kami berkenalan dan saya diberi PR membuat rencana study sampai lulus. Dengan semangat sesampainya di kosan saya segera membuat rencana study tersebut beserta strategi untuk mencapainya. Saya print, masukan ke map, dan terakhir memasukannya ke loker beliau. Meskipun konteksnya baru dosen wali, tapi komunikasi dengan beliau sudah cukup intens, Bu Endah dosen sibuk tapi selalu meluangkan waktu jika kami mahasiswanya ingin bertemu. Jkapun tiba-tiba beliau ada agenda lain, beliau mengabari kami.
Mendapat beberapa kuliah energy dari beliau, membuat saya semakin mantap ketika harus memilih dosen pembimbing skripsi. Saat semester 5 itu saya sudah memiliki planning tentang topic skripsi, karena planning memang sudah dibuat di awal semester 3 atas bimbingan BU Endah. Drafting proposal, penelitian, hingga sidang, Alhamdulillah terasa cepat bahkan trelalu cepat sehingga saya wisuda sendirian tanpa teman seangkatan J.  Dalam proses drafting skripsi, saya trekendala dalam penyusunan kalimat per-paragraf. Menurut Bu Endah, cara berfikir saya melompat-lompat. Saran beliau “jangan menganggap yang membaca skripsi Anda itu sudah tahu, anggap mereka tak tahu apa-apa”. Manfaat proses penyusunan draft ini saya ambil sekarang saat menyusun buku yang cukup ilmiah di kantor. Di saat-saat akhir drafting skripsi, saya terkendala pembuatan abstract. Tulisan bahasa inggris apalagi dalam konteks ilmiah itu bukan tulisan bahasa Indonesia yang dibahasa Inggriskan menurut beliau. Selama 2 minggu saya membuat abstract yang hanya seperempat A4 dibantu 4 orang teman yang bahasa inggrisnya sangat ahli. Finally, ada sebuah email di tengah malam saat kamar saya berantakan kertas setelah print 7x skripsi. Email itu dari Bu Endah yang akhirnya membuatkan abstract untuk skripsi saya itu, terima kasih Ibu…rasanya malam itu saya ingin koprol J wkwkwk lebay. Keesokan harinya tumpukan skripsi yang saya print sendiri itu siap dijilid. Alhamdulillah
Ada beberapa event bersama beliau yang seru, salah satunya waktu kami hiking sambil kuliah lapang di tempat mikrohidro di daerah Lido sukabumi. Happy banget..
Terima kasih Ibu Ir Sri Endah Agustina Ms atas banyaknya pelajaran hidup yang engkau berikanJsemoga saya bisa menjadi generasi muda yang berani bermimpi apa yang tak dimimpikan orang lain dan lalu mewujudkannya. Oiya, hemat energy soalnya ini kepunyaan anak cucu kita. Pliss se kaya apapun Anda, meskipun berapa jutapun tagihan listrik tak akan buat Anda miskin, tetap hemat ya ,,sebisa mungkin dan harus bisa.


4 comments on "sepenggal cerita bersama Ibu Ir. Sri Endah Agustina, Ms"
  1. tedi ali rahmat17 July 2013 at 21:50

    Ya allah ya rabb...saya jadi inget dulu, karena saya salah satu bimbingan beliau,..terimakasih ibu endah, you are my great theacher..

    ReplyDelete
  2. duuuh...sy juga jd rindu dgn beliau...sudah 18 tahun berlalu sejak sy menginjakkan kaki di fateta

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature