Makna dibalik diskon 50%+20%

December 09, 2012

Akhir tahun begini diskon dimana-mana. Weekend kemarin saya ke mall dan hampir semua department store dan outlet sedang mengobral dagangannya dengan berbagai iming-iming termasuk yang konvensial memasang label besar warna merah bertuliskan “Diskon 50%” bahkan “Diskon 50%+20%”.
Tapi tunggu dulu, benarkah barang memang diobral? Benarkah semua itu dilakukan agar barang yang tidak laku segera hengkang dari gudang? Tidak selalu benar dan tidak selalu salah. Benar sengaja diobral  jika diskon besar dilabelkan untuk barang yang out of date. Kalau ada barang masih baru tapi didiskon itu pasti harga awalnya dinaikin dulu.

Tentang diskon ganda nih, 50%+20% itu bukan berarti diskon 70% lho. Pernah berpikir tidak, kenapa ditulisnya tidak langsung saja gitu 70%. Antara 50%+20% dengan 70% itu beda makna. Missal nih ada sepatu harganya 1 juta. Pertama, barang itu didiskon 50%, jadi 500ribu. Lalu si 500ribu itu didiskon lagi 20%=100ribu. Jadi, diskon 50%+20%=diskon 60%. Tujuannya apa sih buat beginian? Ya,,itu tadi menciptakan ilusi agar diskon terlihat sangat besar.
Tenang saja, tak selamanya diskon adalah jebakan betmen. Hehehe. Yang paling bijak saat menghadapi diskon itu tetap berpikir jernih. Mau semurah apapun kalau barang yang didiskon tidak kita butuhkan, tidak perlu tergiur.
Saya sih tergiur banget kalau ada diskon buku. Tapi sering kecewa juga karena buku yang didiskon pasti buku-buku yang tidak diperlukan saat itu. Pernah kalap? Pernah banget. J

source: google.com , goGirl magazine
Post Comment
Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature