Menulis buku dari kumpulan tweet

December 22, 2012

Akhir-akhir ini bermunculan penulis-penulis baru dengan karya buku yang lahir dari kumpulan tweet mereka di twitter. Entah tweet motivasi, galau, tips, maupun kicauan keseharian saja bisa jadi buku sekarang. Mungkin ini era kepenulisan buku model baru, dimana penulisnya mengumpulkan setiap ide di 140 karakter yang akhirnya dibukukan. 
Kadang terfikir, ah..saya juga bisa dong begitu. Membukukan kicauan saya . mmm..bisa sih, tapi apa bermanfaat? Apa tujuannya komersil? Kalau komersil, apakah ber-daya komersil? Hehe..tak selamanya juga saya memandang rendah penulis model demikian, tapi pasti lebih sulit kalau dari awal niatnya sudah akan membuat buku. Menulis buku dari kumpulan tweet ibarat nyicil aja, sih.
 
contoh buku yang berasal dari tweet 


Terkenal dulu baru menulis. Ini menurut saya benar banget. Karena sebagian besar buku yang tenar, bukan karena isinya yang fenomenal dan bagus melainkan karena penulisnya. Misalnya saja buku si Anak singkong, pocoong juga pocoong, dan juga beberapa selebritis social media.
Mencibir? Tidak kok, menulis itu berkaitan dengan kebiasaan membaca. Kita tahu lah, kalau minat baca bangsa Indonesia masih rendah. Makin banyak penulis baru, makin banyak penerbit yang mau menerbitkan, maka pembaca akan makin banyak. Ide yang disalurkan pun makin banyak.
Dampak negative mungkin terletak pada diragukannya materi isi dan kualitas buku yang dihasilkan oleh para selebtwit yang semata-mata untuk menuruti keinginan para followersnya untuk menulis buku. Beberapa waktu lalu saya membaca novel yang merupaka karangan dari seorang selebtwit, hemm..kecewa.




Post Comment
Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature