Obat stress yaitu menulis

December 28, 2012

Ini adalah jam dua siang dari sebuah hari yang saya lupa namanya. Sepertinya sih senin, tapi ternyata Rabu. Setelah weekend kemarin di rumah, lalu pulang ke perantauan, dan semalam saya benar benar merasakan sakit kepala semalam suntuk.
Berangkat kerja dengan sakit kepala itu gag jelas banget. Ketika tidak ada sinkronisasi antara kepala dan mulut. Hahaa...
Pukul sepuluh tadi saya ke klinik, minta obat sakit kepala dan langsung saya minum. Efeknya? Mungkin ini over dosis, jantung berdebar, stress, dan susah mengontrol diri.
Saya pengen rileks deh, duduk sejenak, baca buku, minum teh, menikmati hujan. Eitt..tunggu tunggu..nulis ini juga termasuk upaya rileks lho ternyata.
Seseorang bisa sukses karena sering mengungkapkan idenya. Dan seseorang bisa lepas dari belenggu kesedihan juga dengan menulis. Seperti Pak Habibi, yang menjadikan aktivitas menulis buku tentang kisahnya dengan orang yang dikasihi namun tiada yaitu Bu Ainun sebagai pengobat laranya.
Salah satu obat stress dan pengusir penat saya sarankan menulis. Meskipun hari ini pekerjaan saya banyak dilalui di depan komputer, tapi tetap berbeda rasanya menuangkan ide dan mantengin kerjaan. 

Post Comment
Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature