Review Ronggeng Dukuh Paruk

December 06, 2012

Author: Ahmad Tohari
Paperback: 397 pages
Published January 2003 by Gramedia Pustaka Utama (first published 1982)
ISBN
9792201963 (ISBN13: 9789792201963)
edition language
Indonesian
original title
Ronggeng Dukuh Paruk
url
http://www.gramediapustakautama.com/buku-detail/77655/Ronggeng-Dukuh-Paruk
series
characters
setting
Versi awal berupa trilogi
trilogi yang dikemas dalam 1 novel

versi setelah dijadikan layar lebar


Sinopsis:
Gabungan 3 buku seri Dukuh Paruk: Ronggeng Dukuh Paruk, Lintang Kemukus Dini Hari & Jantera Bianglala.

Semangat Dukuh Paruk kembali menggeliat sejak Srintil dinobatkan menjadi ronggeng baru, menggantikan ronggeng terakhir yang mati dua belas tahun yang lalu. Bagi pedukuhan yang kecil, miskin, terpencil dan bersahaja itu, ronggeng adalah perlambang. Tanpanya dukuh itu merasakan kehilangan jati diri.

Dengan segera Srintil menjadi tokoh yang amat terkenal dan digandrungi. Cantik dan menggoda. Semua ingin pernah bersama ronggeng itu. Dari kaula biasa hingga pejabat-pejabat desa maupun kabupaten. 

Namun malapetaka politik tahun 1965 membuat dukuh tersebut hancur, baik secara fisik maupun mental. Karena kebodohannya, mereka terbawa arus dan divonis sebagai manusia-manusia yang telah mengguncangkan negara ini. Pedukuhan itu dibakar. Ronggeng berserta para penabuh calung ditahan.Hanya karena kecantikannya Srintil tidak diperlakukan semena-mena oleh para penguasa penjara itu. 

Namun pengalaman pahit sebagai tahanan politik membuat Srintil sadar akan harkatnya sebagai manusia. Karena itulah setelah bebas, ia berniat memperbaiki citra dirinya. Ia tak ingin lagi melayani lelaki manapun. Ia ingin menjadi wanita somahan. Dan ketika Bajus muncul dalam hidupnya sepercik harapan muncul, harapan yang semakin lama semakin besar.

Review:
Buku ini saya temui saat SMA, saya baca dengan saksama dan berulang-ulang saat kuliah tapi tak kunjung tamat hingga akhirnya film nya begitu menawan (tapi saya belum sempat belum tonton di Bioskop dan sudah turun layar). Butuh konsentrasi tinggi saat membacanya. Font kecil, cerita yang detil, jangan kira seperti metropop yang gampang ketebak J.
Deskripsinya yang detil. Tokoh yang matang dibangun. Latar sosiologisnya, keterpencilan Dukuh Paruk adalah jagat kecil di mata semesta lain bernama Dawuan dan dunia luar. Eksotika konstruk dunia kecil itu demikian jelas dalam deskripsi novel ini. Eksotika yang guncang ketiga Tregedi 1965 merobeknya.
Kalimatnya ringkas namun jelas menggambarkan Dukuh Paruk. Kalimat ringkas SPOK, bahkan tak jarang hanya SP saja. Namun daya gugahnya tetap luar biasa. Saya tetap bisa merasakan suasana di mana Srintil menari. Sayup daun pohon bambu, teduh tempat srintil menari dan mengupahi ketiga nayaganya dengan kecupan manis, pematang yang lapang yang memencilkan dukuh itu dari pedukuhan lainnya.

Kalimatnya merupakan pendorong kuat untuk terus membaca buku ini. Ingin cepat sampai ke halaman yang pernah disensor. Halaman yang menjadi tabu di rejim lalu. Seperti apa tabu itu?

source:goodreads.com
Post Comment
Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature