Saat iman sedang di bawah

December 12, 2012

Hambar. Iman di bawah itu rasanya hidup hanya pagi-siang-malam, begitu saja. Hanya ada dua kotak, rumah dan kantor. Rasanya sangat tidak enak, serba malas. Kesibukan seakan numpuk numpuk never ending. Hati mudah berkobar (sensitive). Fisik lelah, raga banyak diajak berdosa.
Ingin banget merasakan ketenangan masjid. (maaf ini bukan pencitraan, ini serius). Ingin tenang, relaksasi, tidur? Nyatanya setiap mau tidur saya harus susah payah menampilkan image “indah” agar mimpi jadi baik. Jika tidak, bisa jadi mimpi kerjaan kantor.

Capek banget kalau saya membawa kerjaan sampai ke alam mimpi. Ya Allah…
“aku jauh, Engkau Jauh…aku dekat Engkau dekat” …jadi sayanya yang menjauh. Ya..saya diam diam menjauh dari Allah dengan ke-sok-sibukan saya, dan tidak bisanya men-sinkronkan otak supaya tidak lagi membawa kerjaan saat sudah berada di rumah.
Pernah baca quran tapi tanpa merasakan getaran? Saat iman di bawah..yang  beretar hanya lidah dan bibir. Astaghfirullah..
Seperti sekarang, masih berseragam kerja..dengan rasa malas yang memuncak. Obrolan orang di depan, terasa sangat menggangggu. Sangat berisik. Ingin lari-lari keliling lapangan badminton saja rasanya.
Allah..

Post Comment
Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature