Tolak eksploitasi emas Petungkriono, Pekalongan

December 14, 2012
Petungkriono merupakan daerah pegunungan dimana sebagian wilayah merupakan daerah dataran tinggi kawasan Dieng dengan ketinggian 1.294 dpl. Kecamatan ini berbatasan langsung dengan kecamatan saya di bagian utara.

Berita tentang adanya emas di kecamatan petungkriono, kabupaten pekalongan sudah santer dari beberapa tahun lalu sekitar 2003. Beberapa minggu ini muncul lagi berita yang bahkan lebih mengejutkan. Petungkriono akan dieksploitasi menjadi lahan tambang emas. Astaghfirullah..
Kenapa saya menolak? Petungkriono itu alamnya masih asri, terdapat hutan lindung, satwa endemic, dan pegunungan. Apa jadinya jika dieksploitasi tambang? Longsor iya. Siapa yang nanggung? Warga petungkriono itu sendiri.
Petungkriyono yang melingkupi daerah seluas 5000 hektar ini dikenal kalangan “rimbawan” sebagai salah satu kawasan hutan yang tersisa di Jawa. Di kawasan hutan ini hidup beragam satwa, termasuk satwa endemik Jawa yang hampir punah seperti Elang Jawa, Owa, Surili, Macan Tutul, dan Macan Kumbang.
Ketika saya naik gunung gede Pangrango di Jawa Barat, saya teringat Petungkriono. Pohon yang tinggi dengan ranting terjuntai. Melewati jalanan yang seakan matahari tidak bisa menembus lantai hutannya. Semoga tidak ada pihak yang mengganggu daerah ini, apalagi untuk membongkarnya, mengoreknya, meninggalkan bekas menganga dengan racun yang tersisa untuk generasi berikutnya. Naudzubillah..

Post Comment
Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature