Wanita Harus "Mau" Masak (tau beda jahe & lengkuas?)

December 08, 2012
saya sedang dalam proses membaca novel yang berjudul Rumah Cokelat. ringkasnya sih novel yang menceritakan tentang sebuah keluarga kecil, keluarga muda, dimana sang istri adalah wanita karir dan sang suami juga pekerja keras. Bukan tak mau mereka mengurus anak sendiri, tapi impian untuk memberikan masa dean cerah bagi anak membuat mereka mempercayakan pengasuhan anak mereka ke babysitter dan orang tua mereka (sang eyang). 
Di salah satu bagian novel itu diceritakan bahwa si istri tak tertarik sama sekali dengan dunia memasak, bahkan tak bisa bedain jahe dan lengkuas. ahaha..sayapun sindir si tokoh wanita itu dengan nge-twit begini:
"wanita usia 20an yg g bs bedain jahe sama lengkuas itu..plis deh..jgn ke mall aja,tukang sayur noh"
walaupun tidak ada yang me-ritwit tapi pasti banyak wanita yang kesindir dan mencari pembelaan (eh..kok suudzon..maaf maaf)
barusan teman saya posting juga di blog tentang hal ini, sebut saja dia ayung , engineer yang doyan masak bahkan sering banget masakin buat kami teman teman sekelasnya. 
Alhamdulillah,,,saya seperti ayung yang bisa bedain mana jahe mana lengkuas. dan aku yakin yung, kita juga bisa bedain merica dan ketumbar, bihun dan soun, panci dan wajan hahaha.
memang sih, orang tuaku selalu masak sendiri, tidak pernah mebiasakan keluarga beli makanan atau lauk matang. Di keluarga kami, masak adalah lifestyle meskipun dapur kami masih sangat sederhana sampai sekarang. sebuah tungku dengan kayu, alat masak yang tradisional, bumbu dapur yang 80% dari kebun sendiri, jangan bayangkan masak ala chef yang kudu pakai clemek itu yah..
dapur tradisonal (by instagram)

pawon atau tungku (by instagram)

Saya sendiri suka masak sejak SD, partner masakku namanya Wati. hehe..kami sering banget nonton acara masak, lalu ke warung dan dapur cari bahan masak. kami sering banget subtitusikan bahan masak, misal tak pakai daging tapi pakai tahu, tak pakai maizena tapi pakai terigu, tak ada oven pakai wajan. nah yang coba coba begini malah efeknya bagus buat kreativitas saya dan wati.
di asrama, sama sekali tak bisa masak kecuali masak mie gelas dengan air dispenser (apa itu disebut masak?hahaha).
setelah pindah ngontrak jadi bisa masak lagi, bahkan di tingkat akhir untuk sarapan lebih sering masak deh agaknya. 
yang penting itu kita mau masak. kata ayung:
Bagi kalian yang beranggapan ga bisa masak, kalian bukan ga bisa masak tapi GA MAU masak!

Masak itu bisa dipelajari, pertama gagal sangat wajar.


2 comments on "Wanita Harus "Mau" Masak (tau beda jahe & lengkuas?)"
  1. trus bedanya apa mbak... sampe akhir blog g dikasi tau.. :'-(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha..judul ini hanya kiasan saja unt wanita yg ga ngerti bumbu dapur. Jadi g maksud membahas jahe sama lengkuas. Tapi saya tau bedanya, dari penampakan ada ciri khas kok. Baunya juga beda..jahe itu bau jahe..haha. Jahe warna nya agak kekuningan kalau dipotong. Wah susah ya kalau ga liat dan megang langsung. Mending ke dapur deh atau ke pasar..biar tau bedanya. Jangan lupa dijilat ya..biar tau beda dari sisi rasa.

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature