Visit pekalongan

January 04, 2013
Tweet saya tadi sore sepertinya bisa membuat orang pekalongan yang membacanya geram, marah, kesel, ini nih:
“Lebih familiar dg nama jalan d jogja drpd pekalongan.bahkan lbh merasa memiliki jogja drpd pekalongan.Talun aja yg damai”

Tweet ini mengalir begitu saja karena realitanya bagi saya demikian. Merasa asing banget dengan jalanan Pekalongan sampai suatu saat saya nyasar J sering banget saya denger Jetayu tapi belum tahu itu dimana. Lalu, museum batik pun saya tidak tahu wujud nyatanya.
Pasti bukan hanya saya, tapi sebagian besar orang Pekalongan. Bukan tak peduli, tapi ya itu tadi tidak tahu yang dihadapkan pada tidak adanya pengenalan. Coba deh, di sekolah sejak SD-SMA tidak ada tuh acara piknikan ke suatu “spot” di Pekalongan. Yang ada kebanyakan ke Bandung, Bali. Padahal, dari beberapa sumber yang saya baca Pekalongan itu punya nilai sejarah yang tinggi.

Nah, hotel sudah makin banyak nih. Bioskop juga sudah ada. Mall, pasar, jajanan, apa lagi ya..hemm..semua itu dikelola dan dipasarkan dengan baik. Visit jateng yang sepertinya hanya berpusat di Semarang itu harus jadi penyemangat Pemda.
Masa sih, Pekalongan Cuma dikenal pas “syawalan” saja. Atau “setono” nya saja. Dalam benak saya nih, sebagai orang yang masih bangga ber KTP Pekalongan saya punya masukan:
  1.   Buat kampung wisata. Kampung wisata tidak harus nuansa gunung lho. Bisa nuansa pantai, budaya (batik dan tenun).
  2.    Papan nama jalan harus jelas. Ini nih yang merupakan factor kenyamanan. Banyak perempatan tapi nama jalan kadang tidak ada atau rusak.
  3.   Visit pekalongan itu tidak hanya digemborkan keluar, tapi pertama justru ke orang Pekalongan itu dulu. Buat warganya kenal, tahu, mencoba, kalau memang bagus pasti efeknya akan semakin mantap. Every body is marketer
  4.   Big Think. Berpikirlah Pekalongan akan jadi pusat peradaban Pantura beberapa tahun lagi

4 comments on "Visit pekalongan"
  1. Buat kampung wisata. Kampung wisata tidak harus nuansa gunung lho. Bisa nuansa pantai, budaya (batik dan tenun).

    -- sudah ada kok, kampung wisata batik kauman, pesindon, dll ..

    Papan nama jalan harus jelas. Ini nih yang merupakan factor kenyamanan. Banyak perempatan tapi nama jalan kadang tidak ada atau rusak.

    -- sudah cukup jelas kok, malah ditambahkan penunjuk arah

    Visit pekalongan itu tidak hanya digemborkan keluar, tapi pertama justru ke orang Pekalongan itu dulu. Buat warganya kenal, tahu, mencoba, kalau memang bagus pasti efeknya akan semakin mantap. Every body is marketer

    -- setiap warga pekalongan selalu mempromosikan pariwisatanya ketika keluar daerah, para Duta Wisatanya pun bekerja keras memperkenalkan kepada khalayak ramai

    Big Think. Berpikirlah Pekalongan akan jadi pusat peradaban Pantura beberapa tahun lagi

    -- kami warga Pekalongan selali berpikir besar demi kemajuan Kota Batik tercinta ini.

    Mungkin anda belum lama di kota ini, jd belum mengenal dengan dekat

    Salam Hangat dari Putra Daerah



    ReplyDelete
  2. Terima kasih dengan komentarnya yang detail. banyak yang me mention saya di twitter dengan kemarahan, padahal maksud saya hanya menyampaikan ide ini. tentu saya bangga, dan ikut promosi khususnya sewaktu masih berstatus mahasiswa dengan berbagai eventnya di kancah nasional.
    sekali lagi, saya hanya ingin membangun semangat dan self belonging bukan untuk menghujat apalagi marah dengan tanah kelahiran :)
    saya memang tak mengenal pekalongan secara rinci :)
    Regards

    ReplyDelete
  3. Waduh mbax, kemana aj ampe g tau Pekalongan? Letak Museum, kampung btik dmana mana, borobudur cineplek pun strategis dr jalan. Emangny orang jadul tauny cman sriratu am sentiling. Pekalongan skrang mah udh top BeGeTe. Jgn2 mbk g tau jg kalo udh ad IBC. T4 outbound d Linggo jg bnyak pminatny, slalu rame pngnjung. Talun pun hari ini dan bsok ad even race. Brati kan scra tdak lngsung talun ampe d incer EO race, brati daerahny lbh baik dr t4 laen

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih sudah berkomentar. mohon baca dengan saksama judulnya. visit pekalongan. isi postingnya juga tidka mengejek, justru ingin menjadikan pekalongan lebih baik dengan memberi ide. kalaupun ide tersebut ternyata sudah dijalankan ya Alhamdulillah.
      oiya tentang IBC, RACING, saya tahu banget itu. Linggo pun pernah camping disana.
      sebenarnya, tujuan saya mempost seperti ini agar lebih banyak orang lain yang menyumbangkan idenya. nah, monggo Anda yang lebih kenal Pekalongan itu sumbagkan idenya karena pasti idenya akan sangat pas karena tahu kondisi secara detil. keep smile

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature