Kabupaten Pekalongan Kota Santri

February 06, 2013

“suasana di kota santri, asik sepanjang hari, tiap pagi dan sore hari, muda mudi berbusana rapi, menyandang kitab suci, hilir mudik silih berganti, pulang-pergi mengaji”
Itu adalah penggalan lirik qasidah kota santri yang dipopulerkan oleh Nasida Ria dan kemudian di aransemen ulang oleh band Gigi. Istilah kota santri diberikan kepada kota-kota yang memiliki banyak pondok pesantren. Kabupaten Pekalongan masuk?
Selama ini Pekalongan hanya dikenal sebagai kota batik. Image itu cocok disandang kota Pekalongan. Kalau kabupaten image internal adalah kota santri. Tapi image externalnya belum terlalu terlihat. Maksudnya, orang luar daerah belum banyak yang tahu bahwa kabupaten Pekalongan yang terdiri dari 19 kecamatan tersebut memiliki brand kota santri.

Membentuk brand image memang tidak mudah. Di gapura-gapura masuk desa atau batas kecamatan sering terlihat tulisan “santri” bukan “batik”. Santri disini bukan hanya karena masyarakat kabupaten Pekalongan yang agamis, tapi ini sekaligus sebuah akronim atas slogan Sehat, Aman, Nyaman, Tertib, Rapi, Indah.
Seorang dosen saya di IPB Pak Arif satria yang merupakan putra daerah Pekalongan saat memberi kuliah Sosiologi Umum sering sekali bercerita tentang kebiasaan orang Pekalongan yang pakai sarung kemana-mana bahkan saat nonton bola. Ini memang benar adanya. Ketika saya sudah merantau, suasana habis subuh orang-orang bersarung naik pit onthel dari masjid itu ngangeni banget. Ormas manapun, di kabupaten Pekalongan gemar mengadakan acara pengajian, tabligh akbar, doa bersama, dan kegiatan keislaman lainnya. Pengajian rutin di kyai A, kyai B, habib C, sudah jadi agenda resmi orang kabupaten Pekalongan.
Saya tidak tahu pasti jumlah pondok pesantren di kabupaten Pekalongan, yang pasti banyak dan merakyat. Apa maksudnya merakyat? Saya pernah tinggal di kabupaten X yang banyak pondok pesantrennya juga, tapi pondok-pondok itu ekslusif kesannya. Beda dengan di kabupaten Pekalongan dimana pondok pesantren adalah lembaga pendidikan tertua dan telah mendarah daging.
Sudah barang tentu, branding sebagai kota santri harus dilakukan dengan tetap memelihara rutinitas rutinitas keislaman.



3 comments on "Kabupaten Pekalongan Kota Santri"
  1. saya beberapa kali pernah berkunjung dan nginep di daerah pekalongan dan suasana religius memang terasa sangat kental. memunculkan memori lama sewaktu masih nyantri di kampung halaman

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih sudah berkunjung ke kota santri ..

      Delete
  2. waaaah infonya ngena banget niiih... suasana di kota santri...

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature