Luas sawah Indonesia menyempit, salah IPB?

February 01, 2013

Berita di salah satu harian nasional pagi ini menyebut nyebut pertanian, tapi bukan sapi yang sedang heboh. Ini tentang lahan pertanian di Indonesia yang semakin sempit. Di Thailand, luas sawah untuk padi sudah mencapai 9 juta ha. Sementara Indonesia hanya 1,5 kali lipat dari luas sawah untuk padi di Thailand yang mencapai 13-14 juta ha. Isi berita sih informatif, tapi komentar yang tertulis dari para pembacanya menyeret-nyeret institusi dimana saya belajar. IPB (Institut Pertanian Bogor).  Setiap ada isu pertanian, IPB memang selalu jadi pihak yang disalahkan.
IPB dijadikan kambing hitam semua masalah pertanian. Banyak universitas yang punya fakultas ekonomi tapi perekonomian masih begini. Sarjana hukum juga banyak, tapi Indonesia di cap berhukum nggak adil sama sebagian besar rakyatnya. Kalau ada ucapan “teknologi di Indonesia masih ketinggalan” apakah itu salah ITB atau ITS? Yang penting adalah aware, peduli, dan action sebisa kita.
mind set di Indonesia sekarang lebih baik jual sawah. Tau sendiri kan, bisnis properti lagi jaya banget. Para pengembang mau bayar mahal lahan-lahan sawah yang produktiv (seperti di jababeka dan karawang contoh dekatnya). Sawah makin nipis deh, Cuma di kampung-kampung yang jauh dari kota besar. Ditambah lagi, man power lapang di sawah sudah jarang. Anak muda nya lebih milih kerja di industri (saya) padahal lingkungannya masih banyak lahan.

Bulog berencana melakukan joint venture dengan kamboja. Jadi, nanti beras bulog diproduksi di kamboja lalu dibawa ke Indonesia dan sebagian lagi di jual. Kalau tentang joint venture, itu langkah cerdas banget kalau dari sisi ekonomi. Tapi kalau lihat masa depan (sustainability si beras kamboja) itu mengerikan. Cita cita orde baru tentang swasembada beras gagal dong,,Cuma berhasil waktu itu. Apalagi, pemikiran orang Indonesia buat tidak tergantung sama beras masih sulit.
Langkah nyata dari saya pribadi sih, saya gag akan jual sawah dari nenek moyang. hehe
Lalu apa yang IPB lakukan terkait dengan semakin minimnya sumber pangan utama (padi) di Indonesia? Salah  1 nya adalah dengan riset serta pengembangan pangan selain beras yang tujuanya adalah mengubah persepsi bahwa “kalo gk makan nasi gk makan".
“Kenapa lulusan IPB banyak ke bank?” pengalaman dari teman teman seangkatan sih, sebenarnya mereka tidak tertarik ke bank, tapi karena bank seakan berduyun duyun cari alumni IPB saja....jadi pada masuk ke bank deh. Realitanya kan, mau gag mau hidup harus dilanjutkan. hehehe
Post Comment
Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature