Ada Cinta di SMA (part.2)

March 28, 2013

Ini adalah lanjutan kisah dari sekuel  Ada Cinta di SMA

Perguruan tinggi adalah suatu jenjang yang merupakan pintu antara dunia remaja dan dewasa. Akan ada banyak perubahan pada seseorang, tidak hanya fisik namun juga mentalitas dan prinsip hidup. Galih dan Ratna sadar betul akan hal ini. Mereka sama sekali tidak worried dengan pilihan mereka untuk terus menggapai cita-cita meski jauh dari keluarga, dan ...beda kampus. Hari – hari menjelang perpindahan mereka berdua ke Surabaya mereka lalui dengan antusias dan semangat seperti manusia kecanduan kafein.

Cinta antara Galih dan Ratna bukan kisah yang diawali dengan saling pandang di kelas atau saling perhatian karena 1 ekskul. Sejak masuk SMA, Galih tinggal di asrama. Dia memiliki sahabat karib yang bernama Ryan. Ryan seringkali curhat mengenai gadis pujaan hatinya. Minggu berganti bulan, sampai akhirnya Galih tahu bahwa gadis manis bersenyum menawan 3.5 cm itu bernama Ratna. Di mata Galih, idola Ryan ini biasa saja, sangat biasa. 
“Yan, apa sih yang kamu suka dari Ratna, sampai segitunya kamu perjuangkan?” Galih membuka percakapan di halaman belakang asrama sambil menjemur kasur. Ryan yang saat itu menjemur baju langsung sumringah karena pembicaraan akan menarik. Topik Ratna, selalu membuat pupil mata Ryan melebar.
“ Ratna itu mempesona, bahkan aku nggak sanggup natap langsung matanya”.
“trus, reaksi dia gimana dapat aksi-aksi romantis hingga aksi nekat dari kamu itu?”
“Progresnya 80% Lih, tapi makin kesini,,kok aku makin punya keyakinan kalau dia itu sedang suka seseorang ya..” pupil mata mengecil, mulut mengatup.
“maksudnya, dia nggak suka kamu gitu? Hahaha..tumben ada cewek yang kamu perjuangin 3 bulan progresnya baru 80%. Biasanya 2 bulan juga udah 156%, alias kamu punya cinta lain..hhahaha”
“enak aja,,tapi bener sih..buahahaha”.
...........©©©...........       
Awal tahun 2006, kurang lebih 15 langkah kaki sebelah timur laut dari pintu lab kimia yang sudah sepi sore itu terjadi sesuatu yang tak diduga. Ratna sedang mengemasi buku-bukunya dan memasukan jas lab ke loker. Galih dengan muka pucat pasi terkulai lemas di bangku samping loker.
“Lih, kamu kenapa sih? Ngirup apa tadi..pas praktikum? Ko pucat gitu sih” Ratna mendekati Galih.
“Aku barusan nggak ikut praktikum ko Rat, aku bolos..terpaksa”
“heh,,serius? Ada apa? Sakit?”
“ngurusin anak orang yang berantem tuh di kantin”
“maksud kamu apa sih? “ Ratna mengernyitkan dahi
“Rat, kamu orang yang aku percaya..tolong jaga rahasia ini ya..aku takut gila kalau nggak cerita. Aku yakin kamu bisa kasih solusi, kamu kan tempat curhat anak-anak sekelas”.
 Galih bercerita panjang lebar tentang kejadian yang baru saja dia alami. Dia sampai dipanggil guru BK gara-gara ada dua anak cewek yang berkelahi di kantin. Ternyata mereka berdua saling labrak, merasa paling memiliki Galih. Investigasi di ruang BK, ternyata Galih hanya menganggap kedua cewek itu sebagai teman. Tangisan makin membahana, bahkan Larasati salah satu dari cewek yang memperebutkan Galih mendadak pingsan. Jadilah guru BK, Galih, dan  guru piket kebingungan. Opsi dari guru BK justru membuat Galih uring-uringan,,
“Galih, Ibu saranin..kamu mending punya pacar deh..daripada bikin mereka makin gila ngejar kamu” kalimat cetar dari seorang psikolog sekaligus guru BK Galih.

source: 
Diilhami dari kisah nyata teman kantor

Post Comment
Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature