Adventures Bogor

March 25, 2013
Beberapa aparat polisi membuka pagar bertuliskan “Car Free Day” yang menutupi jalan jalak Harupat arah Sempur Bogor pagi itu. Tiap minggu kawasan sempur yang berbatasan dengan kebun raya serta istana Bogor memang ditutup untuk kendaraan. Masyarakat tumpah ruah ke lapangan dan pedestrian, menggelar dagangan, olahraga, sekedar shoping, dan lain lain modusnya.
Saya berada di dalam sebuang angkot yang terjebak macet karena car free day baru usai. Kendaraan mengular dari Pangrango hingga depan istana Bogor. Meski macet, saya tetap menikmati suasana itu, karena hawa sejuk dari kebun raya Bogor menyeruak masuk ke dalam angkot.
Halaman Istana Bogor
Pedestrian depan Regina Pacis
Saya turun dari angkot di depan istana. Sebelum nyebrang ke Regina Pacis, saya sempatkan say hello ke Rusa Istana..hihihihi. Angkot selanjutnya yang akan saya naiki adalah angkot nomor 16 tujuan Salabenda. Jadi, saya harus jalan dari jalan Juanda ke arah pasar anyar. Hari itu saya berencana bertemu dengan Ayung dan Padi, 2 sahabat saya dan saudara sepejuangan saat kuliah. Kami hendak menjenguk bayi salah seorang kawan di RS. Hermina Bogor .
Satu jam menunggu 2 sahabat saya yang tak kunjung datang, kabarnya Fadil mau ikut juga,,jadi mereka tidak langsung ke Giant tempat saya nunggu. Saya duduk sambil makan di A&W dan salahnya minum lemon tea. Magh kumat euy. Bosan di A&w saya ganti posisi duduk di dunkin donuts. Pada menit ke 120, kaki saya beranjak ke department store. Keliling dari pojok ke pojok, nawar mesin cuci, nawar hape, nawar tas, hahaha.
Kaki pegel, istirahat di dekat eskalator jadi pilihan. Di situ malah ada adegan anak tersesat di mall. Si Ibu nyariin dan nanya ke saya, beberapa saat sebelumnya si anak memang lewat situ.
Singkat cerita, akhirnya saya ketemu dengan Ayung dan Padi. Tanpa fadil, tapi ada waqif dan warto. Sebelum ke Rumah Sakit kami mampir dulu ke tempat futsal, heh..ngapain coba. Cuma numpang foto..heheh..
full color
Puas foto, kami memuaskan perut. Sebenarnya saya kenyang, secara saya sudah makan di A&W dan dunkin donuts. Ayung penasaran dengan soto pak Min, dan tadaa...saya yang sudah pernah makan di sana Cuma pesan sop biasa seharga 6000. Si Warto yang paling heboh. Karena dia pesan sop dada plus nasi yang banyak banget sampai di bungkus. Dan dia lebih shock lagi dengan harganya.
Sop ayam Pak Min 
Sesampainya di rumah sakit, kami ternyata tidak bisa bertemu dengan si bayi. Kamipun nonton film India di Lobi, Koi Mil Gaya..
Tepat jam 3 sore kami pamit dari Rumah sakit. Saya langsung naik transpakuan menuju Baranangsiang. Tanpa sepengetahuan saya ternyata Ayung, Padi, Waqif, dan Warto jalan kaki. Apa? Itu jauh banget. Dulu saya sering lewat situ sampai kampus tanpa angkot tapi pakai sepeda. Apa modus mereka? Masa habis ongkos? Xxiixxi..sepertinya engga.
Jalan kaki
Petualangan baru, dengan jalan kaki kita bisa tahu dan merasakan banyak hal .
4 comments on "Adventures Bogor"
  1. Kami mencari pisang ambon rul, malah keterusan jalan dan muncul niat untuk minum es kelapa muda di Situ Gede tempat kita minum dulu dengan Jani, dan ternyata tutup, akhirnya minum es kelapa muda di Bara depan Alfamidi :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nyari pisang dimana?..haha..untung ya pada makan banyak sebelum itu..itu superjauh...tapiiii...

      Delete
  2. baruu ya rulll templatenyaaa
    lebih kiyut :D
    duh belum pernah jalan2 ke tempat2 bagus di bogor nih meskipun sudah kesana beberapa kali

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi..iya buat penyegaran mata ganti template yg simple.
      Sok atuh klo ke Bogor jangan cm k puncak..byk spot keren buat foto..:)

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature