Ada Cinta di SMA (Part 4)

April 13, 2013

Kisah sebelumnya…part 1 , part 2 , part 3 .

Surabaya, Agustus 2007
Mahasiswa baru di Teknik mesin ITS harus melewati serangkaian prosesi kaderisasi yang panjang tapi mengesankan. Menumbuhkan kecintaan terhadap jurusan dan kampus serta lebih mengenal para senior tujuannya. Galih yang baru beradaptasi dengan Surabaya langsung dihadapkan dengan kesibukan tersebut. Ratna, perempuan yang beberapa bulan sebelumnya menyatakan diri siap menjadi pacar pura-pura Galih juga kuliah di Surabaya meski beda universitas.
Sebagai sepasang kekasih yang sama-sama baru merantau dan merasakan kebebasan, kegiatan mereka tiap weekend tentu mengeksplore Surabaya, bahkan hingga Malang. Ada teori yang mengatakan bahwa cinta bisa expired, kadaluarsa..kalau terus memaksakan diri mengkonsumsinya justru akan keracunan bahkan meninggal. Apa benar?
-------
Di tepian pantai kenjeran ba’da Isya saat tempat itu ramai oleh umat Hindu yang menjalankan ibadahnya, 2 pasang bola mata itu tak saling beradu.
“kamu bosen nggak sih, kita gini terus?” Galih membuka percakapan.
“maksud kamu apa? Kamu mau macem-macem ya? Kamu suka cewek lain di kampusmu? “ sahutan Ratna ternyata penuh emosi hingga beberapa orang menengok kea rah mereka.
“kamu sensi banget sih?”
“aku bisa baca gelagat kamu, aku telah mengenalmu….dan..”.
Mata mereka beradu, sepasang mata penuh semburat emosi, dan sepasang mata lagi menerawang entah kemana mencari tempat persembunyian karena pikirannya telah terbaca lawan bicara.
“Ratna, dengarkan kalimatku ini. Masa depan kita masih panjang, bukankah kita dulu menjalani ini semua atas dasar pacaran pura-pura? Apakah aku pernah berkomitmen denganmu? Tolong pahami..kamu cinta pertamaku, tak akan mudah buat aku move on dari kamu, dan kamu harus tahu..aku tidak sedang atau berniat selingkuh…semua ini semata-mata agar kita fokus dengan dunia kita amisng-masing” kalimat-kalimat yang diucapkan seperti sudah dihapalkan Galih sehingga sangat panjang.
“Galih..aku kenal kamu..ingat itu? Bukankah dulu kamu mutusin aku sebelum kamu SPMB..dan kita balik lagi? Itu bukti kalau kita lebih baik berdua..” backsoundnya..lagu ini nih >> berdua denganmu, pasti lebih baik, aku yakin itu,,bila sendiri..hati bagai langit..berselimut kabut…
“jujur..aku ingin menikmati sisa masa remajaku, fokus kuliah, berprestasi, banggain orang tua,,,kalaupun kita jodoh kita pasti ketemu lagi..” sambil mengguncang bahu Ratna.
“aku janji nggak akan banyak nuntut dan ngekang kamu,,tapi plis kita jangan jadi teman aja,,aku nggak yakin bisa..Lih.., aku nggak ridho..” air mata mulai berderai.

“kamu nggak ridho kita pisah, apa kamu yakin TUHAN RIDHO DENGAN HUBUNGAN PACARAN INI?”
-------
Itu kalimat terakhir Galih, sebelum akhirnya mereka sama-sama diam. Setengah jam kemudian, aroma dupa dan suara gamelan di perayaan Saraswati umat Hindu itu mulai memenuh troposfer garis pantai. Seakan terbius, dan terhipnotis mereka jadi semakin diam. Suara Ringtone Acha septriasa dari ponsel Galih berbunyi
“mengapa berat ungkapkan cinta,,padahal dia ada..”
“hallo…iya..oke..masih di kenjeran, setengah jam lagi aku langsung ke lab..thanks ya..” suara Galih pertama justru bukan untuk Ratna, tapi untuk penjaga lab di jurusannya.
“Ratna, sudah malam, kalau kamu sudah tenang,,kamu akan ngerti,,ayo kita pulang,,aku juga harus balik ke lab,,aku lagi dikejar deadline lomba rancangan mesin ...yukk” bujuk Galih seperti tak pernah ada sesuatu yang gawat beberapa menit sebelumnya.
“kenapa kamu nggak bilang ‘kita akan tetap berteman’ ? apa artinya kita kan musuhan habis ini?”
“haha..kamu kebanyakan nonton FTV, ketika berpisah lalu ada kalimat ‘tapi kita tetep teman kan’ hanya sekedar ucapan atas rasa bersalah tanpa memaknainya” penjelasan Galih yang tak dibalas kalimat Ratna. Malam itu Ratna diantarkan Galih sampai depan kosnya tanpa mengeluarkan kalimat sepatahpun.
-----
Tengah malam, Galih sedang melanjutkan projeknya di lab dengan kawan-kawannya sambil sesekali melihat linimasa Twitter, sedangkan Ratna masih belum bisa terpejam. Malam yang panas di Surabaya, mungkin akan hujan. Ryan, teman Galih di sisi jawa timur yang lain ternyata juga masih belum tidur. Dia malah berkicau di akun twitternya. Ada satu tweet yang langsung Galih Retweet detik itu, pukul 02.15..isinya:

@Ryannn : memiliki mantan itu ga enak, makanya jatuh hati dalam diam saja :D

Ratna yang juga followers Ryan pun sama-sama meretweet kicauan itu pada pukul 02.17 karena merasa benar-benar tersindir. Sepasang mantan pacar itu, tak saling mengetahui hal ini karena setelah meretweet mereka sama-sama melakukan aksi block user. Demi move on…
-----
Setiap orang memiliki perspektif berbeda terhadap suatu hal, ia akan tetap jadi ia apa adanya. Manusia itu unik, memiliki ekspektasi berbeda-beda, itu yang harus Ratna pahami..juga tentunya Galih. Komitmen bukan saja menyatukan dua hal yang berbeda, tapi komitmen juga kadang hadir untuk sama-sama berpisah. Dalam sebuah komitmen tidak perlu adanya rasa kekalahan di satu pihak, menjaga apa yang sudah terbina agar tidak rusak tanpa mengulang hal yang tidak diinginkan terjadi lagi. 

dillhami dari kisah nyata teman kantor
2 comments on "Ada Cinta di SMA (Part 4)"
  1. ceritanya bagus,, ditunggu kisah selanjutnya yaa penuliskuu :)

    ReplyDelete
  2. Terima kasih sudah berkunjung dan mengapresiasi... ;-)

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature