Ada Cinta di SMA (Part.3)

April 05, 2013

Ini adalah lanjutan dari sekuel Ada Cinta di SMA, yang bisa kamu baca di sini episode 1 dan di sini episode 2 . 

Di samping loker depan lab kimia, siang menjelang sore dengan awan cumulus yang bergumpal-gumpal membuat suasana menjadi teduh.
“ya udah Lih, tinggal tembak aja cewek apa susahnya sih? Apalagi kamu kan ...ehem..cerdas. menurut aku, cowok cerdas itu lebih ganteng lho dari cowok charming.” cetus Ratna jujur. 

“kalau aku nggak lagi stress pasti aku sudah ngakak guling-guling dengar ini.” Galih tersenyum dalam kedataran. Seakan tak terima Ratna mulai sentimentil dan berucap dengan nada meninggi
“jadi, apa yang akan kamu lakuin? Kamu nggak akan lega klo belum ada solusi. Tapi, aku harap solusinya bukan dengan macarin 2 orang itu sekaligus”.
“enggak lah, siapa juga yang mau jadian sama mereka. Aku belum siap komitmen sama seseorang, lagian apa sih enaknya pacaran?” Galih tetap dengan kalimat polos muka datar.
“kalau aku jadi pacar kamu, kamu masih nggak siap komiten?” sambil mainin kuku. 
Galih terperanjat dari lamunannya, dia tidak percaya dengan apa yang barusan dia dengar. Ratna itu meskipun bukan cewek tercantik di sekolah, dan bukan anggota chears atau paskibra tetap saja menawan. Bahkan Ryan sahabat Galih tergila-gila dengan Ratna.
“hah..maksudmu apa?”
“umm,,,mmm..maksudnya kita jadian tapi pura-pura”
Galih semakin tidak mengerti dan bingung dengan solusi yang ditawarkan Ratna.
“Rat, aku ingin solusi..bukan nambah masalah. Tolong kamu jangan egois, kalau kamu bener suka sama aku...ngapain harus pura-pura jadian? Kalau sama kamu, aku siap komit kok..” sedikit gombal dan tidak konsisten dengan perkataan sebelumnya.
Hening, gerimis mulai turun menambah haru biru suasana merah jambu dan tiba-tiba..              
“hatchimmm..hatchimm..alhamdulillah,,upss”
Terdengar suara dari belakang kursi samping loker.
“Ryan,,sejak kapan kamu berdiri di.....” ucap Ratna penuh kekagetan dan tentu semua jadi terasa kikuk.
“Sory, semua..aku nggak ada maksud ganggu atau nguping, tapi pas tadi mau lewat..aku dengar percakapan kalian..selamat ya..atas jadiannya,,beruntung banget bisa jadi saksi” Ryan nyengir hambar.
“Ryan,,enggak gitu..maksud kita tuh..” jidat Galih memerah
“Udah Lih, aku bisa move on kok dari Ratna, pati bisa..lagian hati Ratna itu buat kamu..bukan aku, percuma dia ada di sampingku kalau hatinya buat orang lain” sambil menepuk bahu Galih.

Hujan masih terus turun bahkan sudah membuat halaman sekolah banjir semata kaki. Mereka bertiga tertahan di depan lab kimia dalam ratusan perasaan tak menentu meski raga mereka tampak asyik ngobrolin entah apa. Ada yang belum tuntas dalam pembicaraan Galih dan Ratna. Ratna ingin mencabut ucapannya yang terlalu jujur, meski kejujuran itu berdasar dari suara hatinya. Sedangkan Galih masih menganggap semua ini hanya gurauan meskipun Galih berharap Ratna akan bilang, "aku serius Galih, aku suka kamu". 

Diilhami dari kisah nyata teman kantor
image source:  gourmet.com via likeability on Pinterest
Post Comment
Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature