memilih buku

April 11, 2013

Saat kita melenggang di toko buku, seringkali tidak berniat membeli. Eh..tiba-tiba ngeloyor saja ke kasir bawa belanjaan, benar tidak? Buku memiliki daya tarik meskipun itu bagi orang yang tidak suka baca. Ada pepatah begini “don’t judge book from the cover” jangan menilai buku dari kafernya, apa benar? Tak dapat dipungkiri, berawal dari pandangan biasanya kita tertarik mengambil buku dari rak, lalu baca penulisnya, terakhir baca sinopsisnya. Kalau bukunya sudah tidak ada plastik pembungkus, kadang malah numpang baca beberapa bagian, heheh. Beberapa waktu lalu teman ada yang bilang kalau sekarang ini banyak buku dengan judul selangit, ditulis oleh penulis baru, dan isinya abal-abal. Saya sering juga kecele gitu (dulu) , biasanya sih karena tertarik harga yang miring. Akibatnya buku Cuma menuh-menuhin lemari tanpa dibaca sekalipun (rasanya ingin saya kiloin saja).

Dalam sebuh survei kecil-kecilan yang diadakan di twitternya @bentangpustaka , para followers mempertimbangkan buku dari beberapa aspek yaitu; Penulis, Sinopsis, Kafer, penerbit, dan terakhir harga. Benar juga nih, jika ada 2 buku yang hampir sama ditulis oleh 2 penulis berbeda pastilah saya lebih memilih penulis yang sudah terbukti kehandalannya. Walaupun sih banyak penulis baru yang keren-keren sekarang ini. Faktor yang kedua adalah sinopsis. Ini sangat menentukan, meski biasanya hanya setengah halaman di kafer belakang keberadaan dan isinya sangat menentukan. Selain sinopsis biasanya ada juga review dari tokoh atau orang famous yang menambah keyakinan calon pembaca. Aspek ketiga yang belakangan ini menjadi perhatian penerbit dan penulis adalah kafer. Dengan semakin majunya perkembangan dunia design digital rupa dari kafer makin menarik dan unik. Pemilihan ilustrasi, font, jenis kertas, dan orientationnya tidak melulu potrait. Desain kafer unik seperti buku “kreatif sampai mati” dan “benabook” juga merupakan daya tarik luar biasa untuk calon pembaca lho. Sekarang ini sudah banyak independent publishing, tapi faktor penerbitnya dimana juga menentukan. Karena apa? Penerbit yang sudah berpengalaman pasti tidak akan menerbitkan buku sembarangan. Penerbit andalan saya Mizan, yang di dalamnya ada bentang pustaka, plot point, bentang belia, dkk. Setelah semua faktor terpenuhi, tinggal lihat banderol harga. Biasanya kalau sudah terlanjur suka dengan suatu buku, meski uang belum cukup kita akan bela-belain nabung. Iya kan?

Selamat membaca... ;-)

1 comment on "memilih buku"
  1. Memilih buku haruslah yg sesuai dgn tingkat gender maupun usia

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature