Dilamar atau Melamar

May 15, 2013

Percakapan singkat barusan menyadarkan saya bahwa waktu berjalan begitu cepat. Keputusan itu harus saya ambil maksimal 5 bulan lagi. Pilihanya adalah; saya tetap seperti ini, saya melamar, atau saya dilamar. Saya sih inginnya dilamar..Amien.
Jika tetap disini, saya akui kondisi akan begini saja meski secara materi aman. Psikis saya yang minus sosial bisa makin rusak. Jika saya melamar berarti saya akan melanjutkan lagi hidup sebagai wanita karir. Saya berharap karir baru nanti bisa lebih manusiawi. Artinya, saya berada dalam lingkungan dengan kehidupan sosial baik. You know lah hiruk pikuk kota besar apalagi kawasan industri kan membuat manusia cepat stress. Dan...jika saya dilamar, itu belum terfikirkan oleh saya apa dan bagaimana kehidupab selanjutnya. Berumah tangga kan harus ada kesepakatan dua belah pihak mau dibawa kemana istana itu.
Semuanya Allah yang mengatur ;-)

1 comment on "Dilamar atau Melamar"
  1. haha, percakapan yg sama terjadi semalam dengan bu Lenny. hehe. apapun keputusannya, semoga diberikan yg terbaik kak :)

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature