Pengamen atau Pengemis

June 01, 2013

Saya kadang bingung menyebut anak-anak yang tiap hari saya temui itu pengamen atau pengemis. Setahu saya pengamen itu dia jual jasa ibaratnya. Nyanyi, main musik, bersihin kaca, baca puisi,bahkan main sulap juga ada. Nah kalau yang nengadahkan kantong plastik saja namanya apa?
Barusan saya ketemu lagi sama pengemis kecil (6 tahun kayaknya) di Food center dekat komplek. Ini sudah malam, masa iya orang tuanya nggak nyariin. PARAH. Tingkahnya nyebelin banget karena ribut dan bahkan guling guling di lantai food center. Suatu ketika dia mendekat ke meja saya. Buat standar peminta minta yang nggak pake nyanyi saya kasih recehan 1 koin. Tahu nggak? Dia protes dengan pemberian saya. Langsung deh tu bocah kena semprot saya. Nggak saya marahin sih, tapi seperti kebiasaan saya kalau nggak mau marah ya saya nasehatin tapi kalimatnya pedas level 10. haha.. si bocah mau nangis.
Tiap daerah punya ciri khas peminta minta berbeda-beda. Menurut saya sih peminta minta paling sopan itu di Jogja. Mereka nggak cuma minta tapi kasih jasa dulu nyanyi sebait dua bait. Usia juga dewasa. Nah kalau di sini ( suatu kawasan di Bekasi) PARAH. Peminta minta itu kisaran umurnya dari balita sampai tua renta. Parahnya sebagian besar dari mereka hanya minta (bahasa kasarnya pengemis).
Di Kitab suci Tuhan sudah memfirmankan bahwa Tuhan lebih menyukai orang yang mencari kayu bakar lalu menjualnya buat dapat uang  daripada yang meminta minta.

1 comment on "Pengamen atau Pengemis"

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature