Tumbuh Bersama Perusahaan

July 11, 2013

Sudirman MR adalah satu-satunya orang luar Jepang yang bisa menduduki posisi Direktur Daihatsu Motor (DMC). Tentu, kesempatan tersebut diberikan karena kemampuannya selama menjalani karier di Grup Astra hingga bisa mencapai posisi puncak seperti sekarang.

Sudirman bergabung dengan Astra Group pada 1978 sebagai staf di bagian produksi. Dia adalah karyawan ke-5 di Daihatsu Indonesia, masuk dengan berbekal ijazah STM. Ia mulai dari nol. Bahkan gaji minimal, tanpa bonus dan naik kendaraan umum. Hal itu tidak jadi masalah baginya karena memaklumi Daihatsu Indonesia masih baru. Dia memiliki keyakinan sejak awal bahwa ia bisa tumbuh sama-sama perusahaan.

Di Daihatsu, dia bertanggung jawab terhadap pemasangan mesin, maka ia kerap kerja hingga pukul 1 atau 2 pagi dan pergi ke kantor pukul 04.30 pagi karena jadwal kerja yang padat. Itu ia lakukan dengan kesadaran ia sendiri, tidak ada yang memerintahPada 1980, mesin baru mengalami kerusakan, padahal, teknisi dari Jepang sudah pulang. Akhirnya, ia yang memperbaiki mesin selama 30 jam non-stopDari masalah mesin itu,diketahui bahwa buku manual mesin itu masih kurang. Akhirnya buku manual itupun dilengkapi.

Lalu 1982, Ia menjadi kepala seksi. Managernya waktu itu berasal dari universitas terkemuka dan timbul keinginan untuk mempelajari skill apa yang harus dimiliki untuk menjadi seorang manajer. Karena itu, Ia belajar otodidak melalui toko buku. Namun, saat ia mempersiapkan diri tersebut, ia tidak ambisius mencapai posisi tersebut karena posisi itu ditentukan oleh adanya kebutuhan perusahaan dan adanya lowongan sehingga yang menentukan adalah atasan.

Dengan ketekunan,  ia diangkat menjadi asisten manajer pada 1984.  Dan, di tengah-tengah kesibukan kerjanya, diamengikuti kuliah di Universitas Terbuka hingga meraih gelar S1 Administrasi Niaga pada tahun 1989.

Pada saat sharing antar Perusahaan Astra International, dia berkesempatan untuk mempresentasikan performance perusahaan dan mendapat pujian dari Direktur Utama Astra International. Alhamdulillah, tidak lama setelah itu ia diangkat menjadi Asisten Manajer Manufacturing Department Daihatsu Indonesia pada 1985. Setelah itu, pada 1989, ia diangkat menjadi manajer manufacturing.

Selain itu, ternyata Sudirman juga bisa bicara bahasa Jepang. Tahun 1989, diamerangkap jabatan Production Planning dan Kontrol di National Astra Motor sebagai agen tunggal Daihatsu.

Tahun 1990, ia juga merangkap menjadi Genaral Manager PPC di Gaya Motor. Jadi, ia memegang 3 jabatan: di Daihatsu Indonesia sebagai manajer, National Astra Motor sebagai manajer PPC dan di PT Gaya Motor sebagai manajer PPC.

Pada Juli 1996, ia diangkat menjadi Direktur PT Gaya Motor. Pada Juli 1997, ia ditarik kembali ke ADM dengan jabatan masih sebagai GM dan juga masih menjabat sebagai direktur di Gaya Motor. Tahun itu merupakan masa-masa sulit dalam kariernya karena menghadapi krisis moneter. Ia harus mengurangi karyawan yang notabene kawan-kawannya dan atasannya waktu dulu. Bahkan, beban utang yang besar dengan biaya bunga per hari yang harus dibayar ke bank. Hal itu terjadi pasca-krisis, 1998 hingga 2001.

Pada 1998, ia diangkat menjadi Direktur Manufacturing and EngineeringAstra Daihatsu Motor. Saat itu ia juga masih menjabat direktur di Gaya Motor.

Pada tahun 2011, ia menjadi President Directure Astra Daihatsu Motormewakili Daihatsu Jepang. Padahal awalnya ia berpikir bahwa paling tinggi ia hanya bisa menjabat Vice President Director saja. Ia mensyukuri atas perjalanan karir dan usahanya.

 

Sumber: swa.co.id/ceo-interview/sudirman-mr-belajar-belajar-belajar

Post Comment
Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature