Membedakan yang Sama

August 25, 2013

Sering kita TIDAK (bisa) MEMBEDAKAN sesuatu yg BERBEDA dan tidak jarang kita MEMBEDAKAN sesuatu yang (sebenarnya) SAMA.
Saya akan memberikan beberapa contoh (Anda bisa menambahkan sendiri). USTADZ dan DA'I tidak sama. Malah USTADZ dengan GURU itu semakna.
 USTADZ dan KIAI itu berbeda sebagaimana KIAI dan ULAMA itu tidak sama. MAJLIS ULAMA dan NAHDLATUL ULAMA itu tidak sama.
TERDIDIK dan TERPELAJAR itu berbeda. ORANG ALIM dan ORANG ARIF tidak sama. FATWA dan WACANA itu berbeda. PEGAWAI dan PEJUANG tidak sama.
NAJIS dan HARAM itu berbeda. BERSIH dan SUCI juga tidak sama. TEGAS dan KERAS berbeda. HADIAH dan RASYWAH (SUAP) jelas tidak sama.
ANGGOTA DEWAN dan KARYAWAN, menurutku, berbeda. Juga DAKWAH tidak sama dengan MA'ISYAH. MUI jelas berbeda dengan KUA.
Di samping itu, ada hal2 yg kita tidak mudah membedakan atau menyamakannya. Misalnya: antara SEMANGAT KEAGAMAAN dan NAFSU;
antara TAHADDUTS BINNI'MAH (menceritakan kenikmatan sebagai syukur) dan RIYÃ' (pamer); antara TELAAH dan FITNAH.. 
"Yang beda jangan disama-samakan. Yang sama, jangan dibeda-bedakan."

Sumber: Timeline @gusmusgusmu , @alissawahid 

Post Comment
Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature