Petungkriono

August 29, 2013

Petungkriono, sebuah kecamatan di kabupaten Pekalongan yang masih asri. Kesan pertama saat mengunjungi tempat itu adalah “wow..alami banget”. Sepanjang perjalanan, hutannya bagai hutan tak terjamah dengan pepohonan besar yang daunnya rimbun hingga lantai hutannya selalu basah. Mirip hutan hujan tropis yang sering kita lihat di televisi atau buku geografi. Masih banyak yang belum tahu akses ke Petungkriono ini, di sini saya akan share sedikit. 

Jika Anda dari arah kota Pekalongan, meluncurlah ke Selatan tepatnya kecamatan Doro. Selain mobil pribadi, angkutan umum juga tersedia cukup banyak. Dari pasar Doro, lanjutkan petualangan Anda lebih ke selatan lagi. Jika Anda pakai angkitan umum, dari sini harus charter kendaraan bak terbuka atau truk. Waktu itu saya naik truk dari Doro, melewati kebun pinus dan karet.

Di sebuah pertigaan, ada papan bertuliskan Kawasan Perhutani. Dari situlah pemandangan mulai berbeda, hijau tua. Sekitar 3 jam perjalanan, kita akan sampai di kecamatan yang masih asri ini. Selain hawa sejuk dan nuansa pedesaan, di sana ada air terjun “curug muncar” . 

Salah satu foto di Instagram kawan (jembatan ke curug muncar)

Jangan lupa, saat kita mengunjungi suatu tempat jangan meninggalkan sampah. Sederhana sih, tapi sering dilupakan karena kesannya klise banget kalimat itu. Cukup foto-foto saja, tidak perlu corat  coret.

"Indonesia punya modal alam yang indah, harusnya jadi Pusat wisata dunia. Petungkriyono adalah contohnya. Pemda membangun, kita bantu mengenalkan dan wajib merawat".

1 comment on "Petungkriono"
  1. Saya seneng tuh potensi di Desa saya udah ada yg nge-share di Internet. :) :D

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature