Renungan 29 Romadlon

August 07, 2013
I
Semalam saat saya bangun tidur jam 03.00 di TV sedang live siaran solat taraweh dari masjidil haram. Subhanallah, air mata haru langsung menetes. (#romadlon wish) "Tuhan, mampukan saya dan kedua orang tua saya taraweh di sana, Amien..". Entah bagaimana caranya, meski saya tidak paham artinya tapi bacaan Imam Masjidil haram itu begitu menyayat hati dan syahdu.
Segala amalan memang Allah yang menilai. Tapi saya merasa romadlon ini saya lebih baik menjalaninya. Taraweh, tadarus, mencapai target. Semoga Allah menerima amalan tersebut. Saya menjalani hari hari romadlon dengan semangat dan ceria. Keberkahan terasa setiap saat, contoh gampangnya saja begitu banyak undangan buka bersama "gratisan" tahun ini, pun ada acara sahur bersama. Alhamdulillah...
Romadlon yang indah, semoga kita bisa bertemu lagi. Betapa banyak orang orang yang saya kenal, yang tahun lalu masih puasa dan tahun ini sudah berada di alam kubur. 
Bagaimana Tuhan akan memaafkan jika kita tidak bisa memaafkan. Maafkan kesalahan kesalahan saya ya, untuk semua yang membaca tulisan ini.

Post Comment
Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature