Teh Jepang

September 07, 2013

Apa bedanya teh Jepang dan teh bukan Jepang? Teh Jepang atau "ocha" pertama kali saya cicipi di salah satu resto ramen. Waktu itu kebetulan saya habis mabok (bukan mabok mabokan) dan memesan 1 gelas ocha hangat. Rasanya seger pahit gitu. 
Kemarin, saat teman dinas ke Jepang saya dibawakan teh Ocha yang dikemas seperti ini: 

Jangan kira rasanya manis ya..ini enar benar pahit dan ada aroma gosongnua. Kalau bukan penggemar teh dijamin nggak doyan, hehe. Beda teh Jepang dan teh di Indonesia yang kemasan itu terletak pada rasa, aroma, dan warnanya. Teh Jepang lebih mirip teh buatan rumahan. Apa tuh teh rumahan? Teh yang dibuat bukan di pabrik sudah pasti tidak menggunakan mesin. Daun teh pertama-tama dilayukan dengan menjemurnya di bawah sinar matahari. Kalau di pabrik daun teh dilayukan dengan dihembuskan udara panas dari blower. Setelah itu daun teh di remas remas, kalau di pabrik penggilingan dengan mesin..kalau di rumah pakai tangan. Yang jelas berbeda adalah proses pengeringan daun teh. Jika di pabrik, teh dihamparkan di mesin pengering yang panasnya diperoleh dari tungku. Sedangkan teh rumahan dikeringkan di atas wajan tanah liat di atas tungku kayu. Proses ini mengakibatkan teh rumahan agak berasa "gosong" di banding teh pabrikan. Tapi menurut saya, sensasi gosong itu yang nikmat. Teh rumahan dan teh Jepang tanpa  ditambah daun melati, tetapi aromanya sudah harum.
Warna seduhan teh Jepang juga sama dengan teh buatan rumahan yaitu coklat terang. Berbeda dengan kebanyakan teh pabrikan di Indonesia yang warna tehnya pekat coklat tua. 
"Mari ngeteh"

Post Comment
Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature