Bohong itu penyakit jiwa

November 18, 2013

Berwarna banget hidup saya punya teman yang pembohong akut. Saya mulai ngamatin sejak masa SMP. Ada tuh temen yang kalau bicara tinggi banget. Sebagian besar tapinya bohong. Buat temenan dia itu asik, anaknya juga pintar, cantik pula. Tapi ya gitu, sering nggak pas omongannya. Bahkan nih ya fakta kayak tanggal lahir aja dia keukeuh bohong. Jaman SMA ada nggak ya? Kayaknya saya nggak nemuin yang tukang bohong akut di SMA. Nah pas jaman kuliah, ketemu sama yang parah banget. Dia bilang ibunya kerjanya A, bapaknya B..eh di lain waktu ganti lagi. Sering juga bilang punya ini dan itu tapi lain waktu ganti lagi. Yang paling dominan kebohongannya itu ngaku-ngaku pernah ke tempat A-Z tapi nggak jelas kebenarannya. Sama kayak teman SMP saya, si teman ini juga asik banget buat temenan. Care, pintar, seru deh. 
Nah...di masa kerja ketemu lagi orang begini. Kesan pertama pasti orang bakal sangat tertarik sama dia, percaya, pokoknya penghias dan pencari perhatian number one. Tapi kalau sudah kenal, agak males sih kalau nggak kepepet. Dia itu suka banget menyembunyikan fakta. Bohong A, bohong B, karena dia pinter ngeloby sih ya jadi kesannya very smart. Ada satu lagi nih yang paling parah. Baru-baru ini nemu temen yang lumayan psyco. Pembohong akut tapi bohongnya digunakan menyakiti sesama. Ngeri deh, dia itu nggak bisa bedain mana yang nyata dan yang khayalan dia. 
MYTHOMANIA (Pembohong Patologis). Menurut Wikipedia, mythomaniac adalah orang yang memiliki perilaku yang terbiasa atau selalu terdorong untuk berbohong. Definisi lengkapnya: “Pathological lying is falsification entirely disproportionate to any discernible end in view, may be extensive and very complicated, and may manifest over a period of years or even a lifetime.”


Post Comment
Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature