Menyusun budget bulanan

November 30, 2013

Sering ngerasa uang tiba-tiba habis tapi nggak tahu larinya kemana aja? Atau "lhoh pengeluaran bulan ini kenapa banyak banget sih?". Biar tenang, saya biasanya menyusun budget di akhir bulan sebelum saya terima gaji. Karena saya masih hidup sendiri, jadi lumayan gampang sih atur-aturnya. Sebenanrnya ini aplikasi dari budaya perusahaan sih, kan biasanya nyusun budget itu di akhir tahun, heheh. 
Prinsip saya adalah "habiskan saja gajimu". Jadi pas menjelang gajian, uang di ATM sudah benar-benar mendekati limit penarikan. Boros? Enggak juga. Jadi gini, saya punya beberapa pos pengeluaran. 
1. Pos wajib : bayar kos, iuran-iuran bulanan, makan sebulan, belanja bulanan , tiket (pasti ada agenda pulang kampung). Mengenai belanja bulanan, ini harus dilihat tren tiap bulan. Maksudnya, barang-barang yang habis pakai apa saja dilist lengkap dengan harganya. 
2. Pos buku. Karena saya suka baca, ada pos khusus buat beli buku atau majalah tiap bulan.
3. Pos Hura-hura. Di sini masuk pengeluaran buat nonton, belanja aksesoris atau fashion. 
Nah..kalau sudah dapat budget semua, sisa dari gaji berapa rupiah? Nominal itu harus segera dipindahkan ke rekening lain, POS SAVING. Jadi setelah gajian langsung nabung. Sisa uang di ATM sehari-hari untuk biaya 3 pos di atas. 
Bulan ini karena peak holiday jadi harga tiket out of budget. Terpaksa saya cut dari budget hura-hura (pos 3 = prioritas 3). Tadi pagi saya belanja bulanan, jangan lupa kalau belanja sudah bawa list belanjaan dulu agar nggak beli yang nggak butuh.
"Kaya itu bukan punya segala yang diinginkan, tapi punya segala yang dibutuhkan. Saya bilang ini Berkah, saat apapun yang kita butuhkan bisa kita miliki".
Post Comment
Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature