Naluri Hacker

November 12, 2013

Bisa jadi ada manusia yang dilahirkan dengan naluri hacker. Peretas atau hackeradalah orang yang mempelajari, menganalisis, memodifikasi, menerobos masuk ke dalam komputer dan jaringan komputer, baik untuk keuntungan atau dimotivasi oleh tantangan. Perbuatan ini di Indonesia melanggar UU ITE Pasal 30 dengan denda 800 juta Rupiah dan kurungan 8 tahun. Saya peretas? Enggak dong. Saya paham benar batas-batas privacy seseorang. Jangankan mengakses gadget atau komputer seseorang tanpa ijin, nanya usia saja nggak enak. Itu bagian dari privacy, yah..sedekat apapun dengan seseorang bukan berarti harus tahu semuanya lho.

Back to naluri hacker, nggak Cuma meretas komputer sih tapi lebih luas lagi. Yang paling sederhana misalnya “tertantang untuk ngintip orang tidur atau orang mandi, buka dompet orang tanpa ijin, dan yang paling sering buka-buka telepon genggam dengan maksud tertentu”. Orang seperti itu secara genetik menurut saya sudah nggak bisa ditahan lagi dan menganggap dia berhak tahu segalanya yang ada di dunia ini. Dia nggak peduli perasaan orang yang “dibobol” karena bagi dia “kalau saya dibobol juga nggak apa-apa kok..nggak ada yang ditutup-tutupi”.


Di Indonesia sendiri, kayaknya secara individu orang pasrah saja kalau sudah dibobol sama orang “bernaluri hacker”. Tapi dalam sebuah institusi, bisa lain cerita. Masih mending sih kalau si hacker hanya diberikan sangsi tidak boleh mengakses segala perangkat berisi data. Coba kalau dikenakan pasal pidana, masa depan bisa hancur. Sudah saatnya kita aware sama privacy kita, kalau nasihat teman sih “gue nggak mau pasang profil picture gambar foto gue” itu yang paling sederhana.

1 comment on "Naluri Hacker"

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature