Oplosan dan YKS "junkfood"

January 04, 2014

Suatu hari saat saya sedang bersama 3 orang operator mesin di tempat saya kerja, salah seorang dari mereka menanyakan arti suatu kalimat. "Mba, 'opo ora eman duite' itu artinya apa?". Ya maklum mereka orang Sunda. Saya jelasin, lalu lanjut ke kalimat-kalimat lain. Para operator sering terdengar mengucapkan kalimat yang ternyata lirik lagu. Saya masih belum 'ngeh' dengan lagu itu, hingga pas liburan kemarin tanpa sengaja nonton TV acara "goyang-goyangan" YKS. Perasaan ini acara dari jaman puasa nggak beres-beres. Jadi lagu yang lagi tenar plus jogetanya yang heboh itu judulnya oplosan. Ngelihat penonton, talent, dan crew yang ikutan joget kesannya rame ya. Tapikan itu paling juga penonton bayaran.
Balik ke joget oplosan, waktu saya search di google ternyata banyak yang mencap negatif karena gerakan dan liriknya yang nggak pantas. Jam tayang YKS itu pas banget di jamnya anak-anak pasti nonton. Durasinya Wow banget pula. Ya sih, rada nggak jelas konsep acara YKS ini. 
Sisi positifnya, yang nonton jadi gerak-gerak kayak olahraga. Negatifnya, banyak. Ngerasa nggak sih kalau acara ini semacam "junkfood", berkalori tapi tanpa nilai gizi. Kata teman yang kerja di pertelevisian, JANGAN PERCAYA RATING. Yks bisa bertahan bukan karena goyang cesar dan oplosan, tapi karena rating. Darimana datangnya rating? Entahlah. Semoga acara ini segera ganti jam tayang deh. Baiknya sih, acara ramadhan ya pas ramadhan saja. Jangan mentang-mentang rating tinggi trus dilanjut. Lagian YKS juga nggak mencerminkan ramadhan juga ya.
Bijaknya sih, kalau nggak suka tinggal ganti chanel...hehe. Masih banyak acara lain pada jam segitu yang lebih bergizi. 

Post Comment
Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature