Rating acara Tv

January 14, 2014

Rating adalah tolak ukur banyaknya penonton program suatu acara. Data jumlah penonton ini yang digunakan stasiun TV untuk menjual dan mempromosikan program mereka ke pengiklan. Makin tinggi rating sebuah program, makin tinggi pula harga spot iklannya. Sering dengan istilah "prime time"? Kalau di Indonesia prime time itu jam 7-10 malam. Pasti kita merasakan, kalau pas nonton TV di jam segitu iklannya panjang banget. Hitungan iklan itu bukan per produk tapi per 30 detik. Di jam prime time, harga sebuah iklan bisa belasan juta per 30 detiknya. Wow banget ya..coba deh cek iklan apa yang sering muncul tiap sesi iklan..hahaha. Lain lagi kalau sedang ada acara khusus seperti pertandingan bola. Harga per 30 detiknya bisa ratusan juta. Nah, ingat kan ada iklan yang muncul di tengah-tengah pertandingan bola beberapa waktu lalu? Pasti menggila banget biayanya. 
Kita mungkin sering bertanya..kok sinetron ramadhan ini nggak tamat-tamat sampai ketemu ramadhan lagi? Kok acara joget-joget itu jadi ditiru Tv lain? Itu semua karena rating. Kalau sudah ada acara yang ratingnya tinggi, nggak jadi masalah untuk meniru konsepnya atau memanjangkan durasi serta episodenya. Siapa yang untung? Stasiun TV dan artisnya. Penonton itu dirugikan, karena biasanya makin dipanjangin suatu program maka kualitasnya akan semakin buruk, jadi ngelantur kemana-mana. 
Lembaga yang mengeluarkan rating itu namanya AC nielsen. Mereka memasang people mater di TV koresponden secara rahasia dan acak. 
Well, lalu sebagai penonton harus bagaimana? Kalau ada yang sudah kelewatan, laporkan saja ke KPI. Jangan pasrah kalau nonton, pilih yang bermutu. 

Post Comment
Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature