Swiss Facts

January 28, 2014
Secara geografis saya orang Indonesia, tapi secara kultural beberapa hal yang saya yakini dan dianggap aneh di Indonesia ternyata itu bagian dari jati diri orang Swiss. Apa saya sekiranya ada DNA Swiss? Ya nggak tahu sih ya. Hahaha nggak penting juga.
 

Orang Swiss itu katanya kikir informasi, saya rasa saya nggak gitu. Memberikan informasi kepada orang lain dalam hal tertentu sedikit harus ditahan. Mengatakannya akan dianggap menghina, karena hal itu mengasumsikan kebodohan di pihak lain. Contohnya kalau saya sih gini, ketemu orang yang kerah bajunya nggak rapi. Saya akan diam saja meski ngelihatnya nggak nyaman. Kecuali kalau sudah kenal dekat, saya nggak akan risih mengingatkan.
Fakta Swiss yang lain, orang swiss sangat mencintai aspek kehidupan. Tak segan mereka memberikan kursi di angkutan umum. Ada yang lucu, di Swiss itu setelah lewat jam 10 malam kita tidak boleh "flush" toilet. Ya emang berisik sih,,aku juga tidak suka ada berisik-berisik kalau malam. Swiss itu negara yang sangat teratur, toiletnya bersih meski itu toilet umum di stasiun kecil. Keran air dimana-mana bisa diminum langsung airnya. Tidak ada lubang di jalanan swiss. Masyarakat swiss efisien dan fungsional. Orang swiss tidak suka pamer. Pamer adalah tabu, pun dengan membicarakan tentang uang. 
Ini nih yang saya banget. Orang Swiss lebih sering bermaksud serius dengan apa yang mereka ucapkan. Saya lebih suka to the point, tidak pakai ironi dan humor tapi maksud tak tersampaikan. Segala sesuatu diatur. Orang Swiss tidak mempunyai selera humor dan bangsa yang tegang. 
Kedekatan dengan alam tidak hanya memberi kita perasaan hangat dan membuat kita merinding, tetapi juga memengaruhi psikologi kita dengan cara yang nyata dan terukur. Kedekatan ini sumber kebahagiaan orang Swisa. Di Alpen cuma ada mobil listrik lho biar alam tidak rusak. 
Kata yang tepat untuk Swiss adalah conjoyment (gabungan contentment yang berarti kesenangan dan joy kurang dari penuh kegembiraan). Istilah saya sih conjoyment itu syahdu. Terlalu sering kita mengatakan kita merasa gembira, kita benar-benar merasa terlalu gembira. Ada ingar bingar dalam kegembiraan kita, embusan kepanikan; kita khawatir bahwa momen tersebut cepat berakhir. Tetapi ada momen lain ketika kegembiraan kita tertanam kuat.

Source: The geography of bliss
Image: instagram #swiss
Post Comment
Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature