Aku dan TTS, olahraga otak

February 01, 2014
Aku memiliki perhatian khusus pada Teka-teki silang (TTS) sejak kanak-kanak. Hobiku itu makin menggila saat di bangku kuliah. Teman-teman asramaku juga suka TTS, sampai suatu saat kami mengadakan lomba mengisi TTS dalam rangka hari kartini. Waktu aku masuk BEM, teman-temanku juga ternyata suka isi TTS. Tiap minggu sore kami memborong koran kompas yang ada TTS nya dengan harga miring (koran sisa). Kami isi bareng-bareng di sekret BEM lalu dikirim deh ke media yang ngadain kuis itu. Lumayan, kalau menang. Seru, 1 TTS diisi rame-rame. Kalau sudah beres semua, gunting kupon-kupon dan cusss ke mobil pos. 

Bedanya ngisi TTS jaman dulu dan sekarang itu sumber informasinya. Kalau dulu, sekalinya mentok palingan nanya sana-sini. Kalau jaman sekarang, serba online. Google, kamus online, kateglo, dll. Pernah tuh aku ngisi TTS bareng si Wawat (anak paling pintar di angkatanku). Waktu itu lagi nunggu praktikum di lab mekanika fluida. Ada 1 pertanyaan yang nggak beres. Wawat aja nggak tahu gimana aku? Hahah udah googling juga nggak ada pencerahan. Akhirnya wawat sms ke senior yang merupakan mahasiswa berprestasi di angkatan dia (waktu itu lagi s2 kalau nggak salah). Hahahha segitunya demi TTS, tapi dapet dong jawabanya. Aku lupa pertanyaanya apa. Kalau nggak salah sih "padanannya baik,elok". Jawabanya "Yogia atau Yogiya" aku lupa.
Selama ini banyak orang menganggap olahraga adalah kegiatan fisik yang penting untuk kebugaran tubuh. Padahal, meski tidak terlihat, otakpun memerlukan olahraga untuk memelihara kesehatan dan agar kerjanya tetap optimal. Ada berbagai jenis olahraga otak, misalnya mengisi Teka-teki silang, puzzle, rubiks, catur, atau mendengarkan musik. Olahraga otak katanya bisa membuat kerja otak optimal dan tidak mudah pikun ketika berusia lanjut. Berbeda dengan main game, menurutku TTS itu lebih asik. Main game bukannya malah bikin tegang, darah tinggi, dan agresif ya? Meskipun sama-sama asah otak juga. Bagiku TTS selain nambah pengetahuan, obat stress, juga nambah perbendaharaan kalimat. Makanya jangan heran kalau aku bicara dengan kata dalam bahasa Indonesia tapi 'asing'. Selain karena aku suka baca, aku juga suka buka kamus bahasa Indonesia cari jawaban TTS, hahahah.
Tadi pas jalan ke Gramedia nemuin buku TTS edisi ke 6 dari kompas. Haha kayaknnya ini tepat nih buat dimiliki. 

"TTS adalah penghibur hati yang sangat baik, serta mengajak Anda terus berpikir agar tidak pikun, melanglang buana ke dunia ilmu pengetahuan tanpa batas ruang dan waktu."

Post Comment
Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature