Menekan Iri

February 08, 2014
Sedan hitam kinclong tetiba berhenti di belakangku. Kutengok sekilas sosok yang membuka pintu mobil, ok..sosok yang aku kenal. Langkahku tak berhenti, terus melaju hingga sosok yang tadi itu memanggil dari kejauhan "Nurul.." Terjadilah percakapan antara aku dan GM tentang berbagai progress kerjaan. Hari kemarin itu dimulai lebih cepat dari biasanya karena kerjaanku banyak banget. 
Pagi-pagi sebelum handkey absen, malah ambil data dulu. Input data, lalu melakukan ini dan itu. Singkat cerita, kemarin itu aku lincah banget. 10000 langkah sudah lewat kayaknya ya, ahaha. Nggak apa-apa, capek fisik tapi puas hati.

Itulah aku yang enjoy sama kerjaan yang aku lakuin. Percaya atau tidak, ke"enjoy"an itu bisa datang salah satunya dari faktor "tidak banyak rasa iri". Orang Swiss menekan rasa iri dengan menyembunyikan barang-barang, Orang Islandia menekan rasa iri dengan membagi barang-barang mereka. Kalau aku, menekan rasa iri dengan melihat ke bawah dan mengingat perjuanganku. Nggak semua orang dapat kemudahan atas posisiku sekarang, dan perjuanganku buat ada di level yang sekarang adalah dimulai dari pilihanku sendiri. Kalau mau lihat ke atas terus, wow temen-temen keren ya..dst...malah akan menghambat kita sendiri karena kita makin terpuruk dalam ketidak"enjoy"an. 
Menurut Joseph Epstein di dalam makalahnya tentang rasa iri, "rasa iri cenderung memusnahkan semua hal di dalam diri seseorang." Psikolog Mihaly Csikszentmihalyi menulis di dalam bukunya Flow ," bukan kecakapan yang benar-benar kita miliki yang menentukan perasaan kita, tetapi keterampilan yang menurut kita kita miliki". Dengan cara itu, kita mengalami aliran, keadaan pikiran dimana kita begitu asyik dalam suatu aktivitas sehingga kekhawatiran kita menguap dan kita tidak menyadari waktu. Senada dengan itu, Martin Seligman, menemukan bahwa orang-orang bahagia mengingat lebih banyak peristiwa baik di dalam hidup mereka daripada yang sebenarnya terjadi. 

Meskipun besok, minggu depan, tahun depan, kamu resign dari kerjaanmu sekarang...tetap lakukan yang terbaik dan posisikan pikiran kita dalam mode "enjoy". 

Source info: The Geography of Bliss
Post Comment
Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature