Penyakit "Bukan urusanku"

February 16, 2014
"Bukan urusanku" bukanlah sebuah filosofi. Itu adalah penyakit jiwa. Tepat di atasnya adalah pesimisme. Masalah orang lain adalah masalah kita. Masalah bangsa adalah masalah kita. "Kualitas suatu masyarakat lebih penting daripada tempat Anda di dalam masyarakat itu." Bukan berarti 'kepo', peduli dan tanggap itu beda dengan 'mau ingin tahu urusan orang'.
Kemiskinan sering menjadi alasan ketidakbahagiaan. Orang yang tidak bahagia tidak sanggup membayar mewahnya kesopanan dan kepedulian? Kadang, ketidakbahagiaan tertanam dalam budaya. Sebuah budaya yang menyepelekan rasa percaya dan persahabatan. Sebuah budaya yang menghargai jiwa pelit dan curang. Sebuah budaya yang tidak memberi tempat bagi kebaikan tidak berbalas. 
Manusia harus punya harapan. Tanpa kita sadari, hidup jadi dinamis dan energik karena harapan itu. Coba renungkan deh..
"Harapan adalah jangkar darurat bagi semua orang. Saat harapan sirna, maka kesedihan yang akan dirasakan, yang hampir sama dengan kematian."-Mahabharata.

--The Geography of Bliss--
Post Comment
Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature