Jangan Panik

March 20, 2014
Allah membuatku lupa bawa charger agar fokus kerja. Seperti yang sudah kuduga, sejak pagi hingga sore berkutat dengan data-data, test, dan mesin. Jangan panik. Betapa susahnya minjam charger iphone (karena usernya dikit). Jadilah aku hemat-hemat, matikan 3G, brightness 1%, no socmed. Jangan panik. Tebakanku yang salah adalah, Overtime. Alhamdulillah karena hidraulic mampet, mesin eror dan aku tidak harus lembur remote session dengan engineer Jerman.
Meski sibuk dan multitask, hari ini aku banyak banget tertawa. Peristiwa paling menggemparkan adalah saat...jeng jeng...jadi dramatisasinya gini,,
"Di sebuah pedesaan Jepang di tahun 40an, hiduplah seorang master Samurai dan beberapa orang murid. Seorang pria usia 50tahunan sedang duduk dalam keadaan sangat marah...'Nurul San....' Sudahlah,,yang penting everything is under control". Jangan panik. 


Jadi intinya kerjaanku beberapa hari kedepan ini menenangkan 'orang-orang yang lagi panik'. Aku harus tenang biar tidak confuse, hahaha. 
Pulang kerja basah kuyup karena hujan yang teramat sangat deras. Safety shoes aku aja ikutan basah. Aku bahagia kalau bisa produktif seperti ini. Alhamdulillah..keep calm don't be Panic.

"Panicking by yourself is the same as laughing alone in an empty room" -Goodreads-


1 comment on "Jangan Panik"

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature