Jeda

March 13, 2014
"Seindah apapun huruf terakhir, dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda? Dapatkah ia dimengerti jika tak ada spasi? Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak?"

-Dee, Filosofi kopi

Kalau keseharian sudah seakan tanpa jeda, coba deh diam sejanak dipojokan, seperti saya kemarin. Tepat di bawah AC ruang mesin, saya duduk diam sekitar 2 menit. Kalau saat ini, saya sedang menghirup aroma kopi entah dari cangkir mana di ruangan ini. Hahahah kebanyakan cangkir di sini dan isinya kopi dari macam-macam brand. 
Banyak hal yang dipikirin kadang bikin susah nulisnya. Hahaha nulis twitter aja jarang akhir-akhir ini (tsahh..nulis twitter? Ngetwit kali ya). Jangankan ngetwit, cek timeline twitter dan instagram aja jarang. Karena lagi banyak hal yang harus dilakuin aja sih, pas malem juga palinga 'me time' (solat,ngaji,baca buku,tidoor). Kayaknya menjelang weekend kali ini saya mulai punya waktu lagi. Ini aja, saat jam kerja sempat buka blog. Sempat cek statistik blog, cek update teman-teman, tapi stuck waktu mau nulis. 
Satu-satunya berita yang kuikuti saat ini cuma pesawat hilang. Ya banyak sih, dengar kasus kriminal seperti pembunuhan mantan pacar dan perkosaan atas 3 orang wanita oleh seorang pria. Bukannya nggak peduli, tapi semakin tahu isi berita...saya makin emosi jiwa. Sudahlah...

Post Comment
Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature