Waspada Benang Layang-Layang

March 21, 2014
Bersepeda 7km dan nuntun sepeda 1km, apa namanya kalau bukan lelah hati (kaki nggak begitu capek). Lalu lintas jam pulang kerja lumayan padat, hasilnya sore ini Kaki lecet dan keram. Tapi aku harus bersyukur cuma sepedaku yang besok harus dibawa ke bengkel saja. Overall, aku sehat wal afiat tinggal menaikan mood aja hehehe. 
Beberapa waktu lalu ada berita anak meninggal karena benang layang-layang. Kalau kejadian tadi motor yang kena, bisa fatal. Ceritanya tadi aku seperti biasa kalau jumat sore nggowes dari kantor. Tadi itu bisa dibilang lancar jaya,,cuaca juga mendung santai. Sekitar 3 km sebelum ke komplek, aku sengaja ambil jalan pintas ke belakang Giant Jababeka. Melewati komplek The Oscar yang baru dibangun. Karena masih sepi, lokasi itu ramai orang santai-santai. Mungkin kalau siang banyak yang main layang-layang juga. Nahasnya, benang layang-layang yang mungkin ada di jalanan masuk ke rantai sepedaku. Saking parahnya sampai lepas rantainya. Aku pernah ngalamin rantai lepas dan itu sepele buat aku pasang lagi. Tapi ini benar-benar maksa aku buat nuntun sepeda itu ke bengkel.
Dan...jeng jeng...bengkelnya sudah tutup dong. Astaghfirullah..nuntun sepeda sampai rumah dalam keadaan pantovelku yang mulai jebol. Jadi, harap waspada kalau di jalan. Kalau tadi rantai lepas masih belum nyampe Jababeka...bisa kemaleman pula aku. Kalau aku jatuh dari sepeda...kalau aku tadi..kalau tadi...Pokoknya bersyukur banget deh dengan musibah ini. 

Post Comment
Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature