Kursi Roda

April 19, 2014
Sore itu setelah kuliah usai, tiba-tiba kakiku tak kuat menahan badan. Aku limbung, duduk lagi lalu berusaha berdiri lagi tapi tetap tak bisa. Bagaimana cara turun dari lantai 4 tanpa lift? Bagaimana jalan sampai rumah? 
Inilah yang kuingat saat membaca bab awal dari #sharing book nya Pak @HandryGE . Beliau kuliah s1 sefakultas denganku. Waktu beliau jelasin itu saat sharing knowledge di perusahaan, aku lantas mikir dan ingat pengalaman seperti paragraf 1 tadi. Kata beliau "malah ketika kuliah tantangannya lebih banyak..lab di lantai 4, tangga semua, jarak ruang ini itu jauh, dsb...eeh malah teratasi." Betul, kalau dibayangin repot banget. Back to my story, aku dipapah teman-teman sampai lantai dasar. Sore itu aku belum solat ashar, dan...itulah pengalaman pertamaku harus solat sambil duduk dan selonjor. Nggak enak dong? Nggak enak banget. Kuliah dan praktikum dengan susah payah, yang biasanya bisa sepedaan cuma bisa jalan pelan dan tertatih. Pakai sepatupun rasanya ngilu banget. 
Masih kata Pak @HandryGe "you solve the psikological aspect of the problem, you can solve the technical easily..then problem solved!". Aku yang biasanya selalu berusaha ngapa-ngapain sendiri dan nggak enakan kalau minta tolong...seketika itu jadi apa-apa harus ditolongin. Apa aku nangis? Bukan nangis karena sedih, tapi keluar air mata nahan sakit karena harus naik turun tangga. Tangga Fateta itu tinggi banget lho, hahaha. 
Itulah kisahku beberapa tahun lalu, dibandingkan dengan Pak @HandryGE yang seumur kuliah di Fateta pakai kursi roda, aku belum apa-apa. Tiap peristiwa hidup adalah warna, nggak bisa seneng terus. 
Post Comment
Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature