Lahan bedebah

April 15, 2014
"Hari ini, misalnya juga, semua pebisnis hanya mengurus preman-preman, pungutan-pungutan dari pejabat rendahan, tikus-tikus busuk kelas bawah, makelar murahan. Esok lusa, bahkan anggota dewan terhormat menjadi calo, tidak beda dengan calo tiket di stasiun kereta. Pejabat tinggi menjadi penghubung, dan tidak terhitung aparat keamanan yang seharusnya melindungi, siap menggebuk bisnis kita jika tidak mendapat bagian." (Negeri para bedebah, hlm. 291).

Kutipan di atas pas banget dengan yang saya rasakan pagi tadi. Bersepeda melewati jalanan lebar tapi jadi sempit gara-gara truk besar parkir di bahu jalan di sekitar calon pabrik bekas lahan sawah. Jalan raya rusak dan becek karena kendaraan besar yang lalu lalang. Sepedaku harus hati-hati berkompetisi dengan motor yang ganas di jam berangkat ngantor. Melewati samping rel, makin miris. Berderet rumah semipermanen ilegal "madura" (maaf bukan rasis). Dua tahun tinggal di kawasan industri membuatku sadar bahwa di sini...adalah lahan empuk para preman serta bedebah seperti kutipan di atas. Jalanan rusak, stadion yang tak kunjung rampung...pasti sudah dipototin dana nya..dari preman hingga pejabat. Itu pengusaha yang bikin jalan rusak, yang bikin macet, saya kok nggak yakin bayar pajak..kalaupun bayar pajak..saya justru yakin bayarnya nggak sesuai. Yang ilegal itu bukannya nggak kelihatan, yang kotor semacam usaha prostitusi dan panti pijat itu bukannya sembunyi-sembunyi...tapi yang berwajib dan berwenang sengaja tutup mata sekaligus menikmati. Tsahhh...sorry ya, semoga salah deh perkiraanku. Yakaliii..bupatinya putri daerah, masa nggak tahu di wilayahnya itu gimana. Visi daerah sih iya "Agamis"..entah agama apa yang dimaksud. Visi kabupaten "agraris" , hello..nanem apartemen sama pemukiman kumuh Bu?

Lahan empuk dan layak huni bagi mereka. Bagi orang sepertiku, tiap hari cuma bisa geram..kadang memaki saat jadi korban. Lahan bedebah ini sudah menempa saya jadi pribadi yang kuat dan nggak mau ditindas. Oke..fine,,Tuhan..bersihkan daerah ini dari para bedebah atau bawa saya pergi dari sini. 
Post Comment
Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung.
Komentar berisi LINK HIDUP akan DIHAPUS.

^^ @Innnayah

Auto Post Signature

Auto Post  Signature